25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PT LINTECH DUTA PRATAMA LIBAS UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN HIDUP DAN REMEHKAN PEMERINTAH RI

Ribuan ton limbah Sandblasting dibuang di lahan terbuka bibir pantai PT. Lintech Duta Pratama , paciran lamongan, secara sembarangan dengan tidak mengindahkan keselamatan lingkungan. Akibatnya, sering beberapa pekerja di perusahaan itu terkena dampak berupa sakit sesak nafas, gatal-gatal pada sekujur tubuhnya.

Menurut Warga setempat juga mengeluhakan bahwa efek dari adanya kegiatan perusahaan tersebut, ikan di pesisir pantai lamongan menjadi berkurang. Sehingga mengurangi hasil tangkapan dari nelayan.

Awang (Nama samaran), pekerja di perusahaan ,, mengaku merasa gatal-gatal akibat limbah sandblasting yang diduga milik PT. Lintech Duta Pratama tersebut.

Dari pantauan www.timurmerdeka.com di lapangan, beberapa titik tumpukan limbah tersebut, kalau dilihat sekilas mirip dengan tumpukan tanah atau urukan. Untuk menemukan lokasi tersebut tidaklah sulit, karena lokasi tersebut berada di hampir seluruh wilayah perusahaan tersebut (tanah, red).
 
Dari jalan utama, kita menempuh jalan sekitar 200 meter untuk tiba di lokasi. Sepanjang perjalanan, Dan sepanjang jalan yang rusak ditemukan tumpukan limbah yang digunakan memperbagus jalan.

Tidak jauh berbeda dengan tumpukan di lokasi utama, di setiap tumpukan kecil limbah di sepanjang perjalanan tercium bau besi dan minyak. Selain itu, aroma karat dan serbuk cat masih sangat kental.

Akibat terkena limbah B3 itu, warga sekitar lokasi merasa resah karena lingkungan dan pemukiman mereka jadi tercemar. “Kalau sudah kena debunya, kulit terasa panas dan badan terasa gatal-gatal,” kata Awang kepada wartawan di lokasi penumpukan limbah, Sabtu 14 september 2019.

Pekerja yang baru bekerja di perusahaan tersebut pertama sekali menemukan tumpukan limbah B3 ini, Awang,  Awalnya, ia dan masyarakat sekitar tidak mengetahui kalau tumpukan itu merupakan limbah yang berbahaya.

“Bentuk limbah itu seperti tanah timbunan biasa saja. Hanya saja, di antara tumpukan limbah itu terlihat banyak potongan besi. Awalnya, kita mengira itu hanya timbunan tanah biasa,” ujarnya seraya menunjuk ribuan ton limbah sanblasting yang menutupi lahan yang ada di perusahaan tersebut.

Namun setelah dicongkel, lanjut Awang, ternyata ditemukan beberapa potongan-potongan besi. Ia juga mensinyalir bahwa limbah di biarkan di situ itu di gunakan sebagai uruk (meratakan) supaya perusahaan tidak mengeluarkan biyaya lebih untuk mengurus limbah tersebut.

Meski di areal tumpukan limbah B3 itu tidak ada pemukiman warga, namun tetap juga warga sekitar kadang terkena gatal-gatal akaibat debu limbah yang dibawa angin.

“Kita ini hanya kerja saja bang, meskipun kesehatan kami yang menjadi taruhanya” ujar lelaki berkulit hitam ini kepada wartawan www.timurmerdeka.com menirukan ucapan teman-teman pekerja yang lain.

Pekerja dan warga sekitar berharap, instansi terkait segera mengambil tindakan yang tegas terhadap perusahaan yang telah melakukan pembuangan limbah sembarangan, karena telah melanggar undang-undang lingkungan hidup.

Sementara itu, pihak perusahaan PT. Lintech Duta Pratama, tufail sarif, ketika dikonfirmasi oleh pihak wartawan melalui security perusahaan enggan menemui siapapun karena merasa  tidak ada perjanjian pertemuan terlebih dahulu “Bikin proposal pertemuan dulu, yaa, saya lagi sibuk” ujarnya singkat.

Lamongan, timurmerdeka.com
Oleh: Moh. Fadlullah
Editor: LM Taufiqurrahman Nasiru.

%d blogger menyukai ini: