21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Video Konsumen Ribut, Polisi: Pengembang Reklamasi Rugi Rp 100 M

Jakarta – Timurmerdeka.com. Polisi menahan seorang pria bernama William atas dugaan pencemaran nama baik terhadap pengembang Golf Island. William dinilai menimbulkan kerugian bagi pengembang karena menyebarkan video keributan antara pengembang dengan konsumen di media sosial.

“Dengan adanya video yang disebar di Youtube itu, pengembang merasa dirugikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (17/1/2018).

Video keributan antara konsumen dengan pengembang Golf Island yang berada di pulau reklamasi C dan D itu terjadi pada 9 Desember 2017 lalu. Keributan saat itu terjadi ketika konsumen mempertanyakan kejelasan pembangunan properti Golf Island.

Video itu diketahui tersebar di Youtube, sehari setelah adanya pertemuan antara konsumen dengan pengembang, tepatnya tanggal 10 Desember 2017. Hasil penyelidikan polisi, William lah yang menyebarkan video itu di akun Youtube-nya.
“Video tersebut berkaitan dengan pada saat mereka menanyakan masalah bangunan di Golf Island, nah ini kan direkam oleh William ini,” sambung Argo.

Setelah video itu tersebar di media sosial, pihak pengembang merasa dirugikan. Sehingga, akhirnya pengembang melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada tanggal 11 Desember 2017.

“Setelah video itu tersebar, akhirnya banyak konsumen PIK II yang membatalkan, sehingga pengembang di situ merasa dirugikan,” lanjutnya.

Pihak pengembang merasa dirugikan atas sebaran video itu, karena setelah itu banyak konsumennya yang membatalkan jual-beli properti di PIK II. “Kerugiannya sekitar Rp 100 miliar,” ucapnya.

Wilow sendiri ditahan sejak tanggal 20 Desember 2017. Penyidik, kata Argo telah memiliki bukti-bukti dalam kasus tersebut.  (mei/nvl).

%d blogger menyukai ini: