30 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mantul! Kemampuan Nuklir Indonesia Mulai Diakui Dunia

Berita ini diberdayakan untuk suara.com

Oleh: Tivan Rahmat


© suara.com Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir dalam Sidang Umum IAEA ke-63 di Wina, Austria (16/9/2019). [Dok. Kemenristekdikti]

Suara.com – Indonesia terus memperkuat kerja sama teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA), guna meningkatkan kontribusi teknologi nuklir untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDG).

“Indonesia telah memperkuat kemampuan safeguards nuklir yang dikembangkan IAEA di kawasan Asia-Pasifik, antara lain melalui keketuaan Indonesia pada Asia-Pacific Safeguards Network (APSN),” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir dalam Sidang Umum IAEA ke-63 di Wina, Austria (16/9/2019).

Melalui keterangan resminya, Menristekdikti menyebut bahwa Indonesia telah memiliki Practical Arrangement dengan IAEA untuk memudahkan kerja sama teknis di antara negara berkembang, dalam berbagai kerangka termasuk Kerja Sama Selatan-Selatan.

“Dengan kemampuan teknis nuklir yang makin mumpuni, Indonesia telah memposisikan diri sebagai negara pemberi bantuan,” kata Menteri Nasir.

Sebagai bukti, dia menambahkan, Indonesia telah ditunjuk oleh IAEA sebagai Collaborating Centre for Plant Mutation Breeding, menjadi negara kontributor IAEA Peaceful Uses Initiatives, dan menjadi negara penyedia bantuan untuk meningkatkan kapasitas teknis nuklir sejumlah negara dalam kerangka Nuclear Capacity Project yang akan dimulai tahun depan.

Menteri Nasir juga mempromosikan keunggulan Indonesia lainnya, yaitu di sektor pertanian. Melalui teknologi nuklir, Indonesia telah berinovasi mengembangkan varietas padi dan kedelai unggul yang berkontribusi terhadap pencapaian ketahanan pangan nasional.

Inovasi ini mendapat dukungan dari IAEA, dan organisasi internasional terkemuka lainnya, yaitu Food and Agricultural Organization (FAO), dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Tidak kalah dengan sektor pertanian, kemajuan Indonesia di sektor kesehatan juga disampaikan oleh Menristek.


© Disediakan oleh PT Arkadia Media Nusantara Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir dalam Sidang Umum IAEA ke-63 di Wina, Austria (16/9/2019). [Dok. Kemenristekdikti]

“Saat ini, Indonesia dan IAEA bekerja sama mengembangkan kemampuan kedokteran nuklir nasional, khususnya untuk penanganan penyakit kanker,” imbuhnya.

Hal lain yang medapat perhatian negara-negara adalah inovasi Indonesia dalam memajukan edukasi nuklir kepada generasi muda, melalui konsep “Internet Reactor Laboratory”.

Selama seminggu ke depan, Indonesia memamerkan metode distant learning dimana aktivitas reaktor riset Kartini di Yogyakarta dapat dipantau secara live melalui jaringan internet dari Markas PBB Wina.

%d blogger menyukai ini: