21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pengadilan Perancis Jatuhkan Hukuman Penjara 10 Bulan kepada Putri Raja Salman

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Agni Vidya Perdana


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Putri Hassa binti Salman

PARIS, KOMPAS.com – Pengadilan Perancis menjatuhkan hukuman penjara 10 bulan yang ditangguhkan kepada putri Raja Arab Saudi atas kasus pemukulan terhadap seorang pekerja.

Putri Raja Salman bin Abdulaziz, Hassa binti Salman, dinyatakan oleh pengadilan bersalah karena telah memerintahkan pengawalnya untuk memukul seorang pekerja yang dipanggil untuk memperbaiki di apartemen mewahnya di Paris, pada 2016 silam.

Hassa, yang juga adalah saudara perempuan dari Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, itu diadili secara in absentia atau tanpa hadir di persidangan.

Putri Hassa telah menjadi target surat perintah penangkapan sejak Desember 2017. Dia juga diperintahkan oleh pengadilan Paris untuk membayar denda sebesar 10.000 euro (sekitar Rp 154 juta).

Putri Hassa tidak pernah hadir di persidangan, yang telah dimulai digelar sejak Juli lalu.

Dilansir AFP, hukuman yang dijatuhkan kepada Putri Hassa tersebut lebih berat daripada yang diajukan oleh jaksa penuntut, yakni enam bulan penjara yang ditangguhkan dan denda sebesar 5.000 euro (sekitar Rp 77 juta).

Kasus pemukulan seorang pekerja yang menyeret nama Putri Hassa tersebut terjadi pada September 2016.

Saat itu, korban yang bernama Ashraf Eid, yang merupakan seorang tukang, dipanggil ke kediaman Putri Hassa di Avenue Foch, Paris, untuk memperbaiki wastafel.

Dalam prosesnya, Eid mengambil gambar bagian dalam kediaman Putri Hassa menggunakan kamera, yang dikatakannya diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.

Namun hal tersebut membuat Putri Hassa marah, karena korban mengambil gambar yang menampilkan bayangan Putri Hassa di cermin.

Putri Hassa lantas memerintahkan pengawalnya, Rani Saidi, untuk memukuli Eid.

Korban juga mengklaim bahwa dirinya sempat ditahan oleh putri dan pengawalnya selama beberapa jam. Ponsel miliknya yang dia gunakan untuk mengambil foto dihancurkan.

Eid mengatakan baru diizinkan pergi setelah sempat diikat selama beberapa jam dan dipukuli. Dia juga mengaku diminta mencium kaki Putri Hassa, yang pada satu waktu berteriak, “Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup!”.

Atas tindakannya, Putri Hassa dituduh terlibat dalam tindak kekerasan yang disengaja, mengurung seseorang secara ilegal, dan terlibat dalam perampasan.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Rani Saidi

Selain Putri Hassa, pengadilan juga menjatuhkan hukuman kepada pengawal putri, Rani Saidi, yang menjadi satu-satunya terdakwa yang hadir di pengadilan.

Oleh pihak pengadilan, Saidi dijatuhi hukuman delapan bulan penjara dan denda 5.000 euro (sekitar Rp 77 juta), sesuai dengan usulan jaksa penuntut.

%d blogger menyukai ini: