28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Terdakwa e-KTP Jelaskan Kode PS, Novanto Tertawa

Jakarta –Timurmerdeka.com. Dari sejumlah oknum yang diduga terjerat pada kasus e-KTP, satu persatu mulai angkat bicara dan buka-bukaan. Karena itu, jaksa pada KPK, ketika memutar hasil rekaman percakapan antara mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) asal Kemendagri, Sugiharto, dengan Direktur PT Quadra Anang Sugiana Sudiharjo, dan Johanes Marliem. Tercatat ada kode “PS dan BS” dalam percakapan tersebut.

“Enggak, soalnya ngancem-ngancemnya kan oh nanti kalau PS, kalau dewa dewanya turun ribut lagi. Ya saya bilang saya gak mau rebut-ribut,” kata Johannes Marliem dalam percakapan yang diperdengarkan dalam sidang terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jl Bungur Besar Jakarta Pusat hari Kamis (25/1/2018).

Male 2: PS itu siapa?.

JM: Plaza Senayan (tertawa).

Male 2: Oh ya ya. Ya ya memang dia kan.

JM: memang nongkrongnya di sono.

Male 2: kiblatnya ke sana. Nah gitu lho.

Pihak Jaksa pada KPK kemudian bertanya maksud dari dewa-dewanya PS. Sugiharto yang menjawab lupa itu kemudian diingatkan jaksa.

“Dewa-dewanya PS siapa itu?” tanya jaksa pada KPK.

“Apa ya lupa,” jawab Sugiharto sambil mencoba mengingat-ingat.

“Apakah Plaza Senayan?” tanya jaksa lagi.

“Nah iya, Plaza Senayan,” jawab Sugiharto.

Pengunjung sidang sempat tertawa mendengarkan jawaban dan gimmick dari Sugiharto. Novanto yang duduk di kursi dekat penasihat hukumnya pun ikut terhibur dan tertawa mendengar jawaban dari Sugiharto.

Dari keterangan Jaksa dalam sidang tersebut, kemudian menanyakan apakah Plaza Senayan yang dimaksud merupakan penyebutan untuk DPR. Sugiharto pun membenarkan.

“Apa maksudnya untuk DPR?”,  tanya jaksa.

“Ya,” kata Sugiharto.

Jaksa kembali mencecar Sugiharto soal isi rekaman tersebut. Salah satunya ketika ditanya konteks jatah uang yang disebut dalam percakapan tersebut.

“Bicara untuk jatahnya siapa terdakwa apa eksekutif dan legislatif?”, tanya jaksa pada KPK.

“Eksekutif nggak ada, jatahnya tetap itu tadi,” kata Sugiharto.

Mendengar keterangan Sugiharto yang belum jelas, jaksa kembali bertanya, apakah jatah tersebut disetor ke terdakwa Setya Novanto. Sugiharto lagi-lagi menjawab dengan berbelit-belit meski akhirnya mengiyakannya.

“Ya untuk dia juga,” jawab Sugiharto yang disambut tawa dari hadirin sidang.

“Menurut Andi jangan kerja dulu baru dihitung?” tanya jaksa.

“Andi mulai minta duit,” kata Sugiharto.

Kalangan Jaksa kembali menyinggung soal pembagian fee 60 yang dimaksud dalam percakapan itu. Dengan berbelit-belit, Sugiharto menyebut uang itu untuk jatah bos Andi Narogong atau Setya Novanto.

“Buat biasanya, ya itu bosnya Andi,” kata Sugiharto.

“Siapa, terdakwa?” tanya jaksa.

“Katanya Andi,” ujar Sugiharto.

Drama para oknum yang diduga terlibat e-KTP itu, mulai buka-bukaan. Hal ini memudahkan terungkapnya kasus yang melibatkan banyak oknum eksekutif, dan legislative di Senayan itu.

Melihat gelagat Sugiharto, para pengunjung sidang kembali tertawa. Bahkan Novanto yang duduk di kursi barisan penasihat hukum pun turut tertawa sambil geleng-geleng kepala. (gin/ams/fdn).

%d blogger menyukai ini: