26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Hakim Jadi Heran Gamawan, Hanya Diam Soal Fee e-KTP

Jakarta – Timurmerdeka.com. Mantan Dirjen Dukcapil Irman telah mengatakan di saat, Ia menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai cabinet SBY, Gamawan Fauzi sempat marah-marah, ketika Kemendagri disebut-sebut menerima jatah fee e-KTP. Namun belakangan ini, Gamawan disebut hanya diam saja tentang  fee e-KTP yang telah diberikan.
“Gamawan tak ada komentar soal itu,” kata Irman saat bersaksi dalam sidang terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto tepatnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya Jakarta Pusat, hari Kamis, (25/1/2018).

Kalangan majelis hakim begitu heran, mendengar keterangan dari Irman. Sebagai seorang Mendagri, seharusnya Gamawan bisa bersikap, ketika tahu akan ada pemberian uang dalam proyek e-KTP tersebut.

“Seharusnya kan Pak Menteri bersikap. Itu kan dilarang juga terima uang.  Artinya, Gamawan juga tahu soal itu,” kata hakim anggota Ansyori Saifudin.

Jatah fee sebanyak Rp 78 miliar itu, berasal dari Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ketua majelis hakim Yanto kemudian menimpali dan gantian bertanya kepada eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendagri Sugiharto.
“Saksi ini asalnya dari mana, usianya berapa?” kata Yanto.

“Saya asal Lamongan, Jawa Timur, sekarang 59 tahun,” jawab Sugiharto.

Yanto kemudian memberikan perumpamaan tentang gadis desa era ’80-an yang dilamar perjaka.
“Jadi kalau gadis-gadis ’80-an kan belum modern ya, belum seperti sekarang. Dulu dilamar perjaka diam tanda apa,” tanya Yanto kepada Sugiharto.  “Ya mau,” jawab Sugiharto lugas, yang disambut gelak tawa hadirin sidang.
(gin/ams/fdn).

%d blogger menyukai ini: