22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pelecehan Pasien, Gus Ipul Minta Perawatnya Lebih Profesional

Surabaya – Timurmerdeka.com. Setelah Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami pasien di rumah sakit National Hospital Surabaya. Kini, giliran Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ikut berkomentar.

Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim ini sangat menyesalkan adanya kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut. Dia berharap, kalangan perawat atau tenaga medisnya untuk meningkatkan profesionalismenya.

“Tentu sangat-sangat kami sesalkan. Empati kami yang sedalam-dalamnya untuk pasien yang menjadi korban,” kata Gus Ipul melalui rilis yang diterima detikcom, Kamis (25/1/2017).

Gus Ipul juga meminta agar oknum perawat yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasien harus ditindak tegas.

“Untuk oknum perawatnya, tentunya diproses sesuai aturan hukum. Yang salah harus bertanggungjawab dan ditindak tegas,” jelasnya.

Kejadian yang dialami pasien di rumah sakit National Hospital Surabaya, kata Gus Ipul, seharusnya tidak perlu terjadi apabila perawat atau tenaga medis menjalankan tugasnya secara profesional.

“Kejadian ini seyogyanya menjadi momentum untuk terus mengakselerasi profesionalisme tenaga medis, khususnya perawat,” tuturnya.

Gus Ipul menambahkan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah himpunan perawat yang sudah teruji melintasi berbagai tantangan zaman. Usia PPNI juga mencapai 44 tahun.

“Saya tahu kiprah PPNI, bagaimana mereka di daerah-daerah menjadikan sekretariatnya sebagai jantung edukasi kesehatan bagi publik. Kami harapkan kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi momentum bagi teman-teman perawat untuk terus meningkatkan profesionalismenya,” jelasnya.

Gus Ipul menambahkan, kejadian tersebut janganlah kemudian menjadi pintu bagi publik untuk menggeneralisasi para perawat lainnya. Pasalnya, kejadian itu hanya melibatkan oknum perawat, dan tidak semua perawat melakukan tindakan yang tak patut.

“Jangan digeneralisasi. Jangan karena satu noda, satu kain jadi ikut kotor semua. Sekali lagi, ini menjadi tantangan bagi teman-teman perawat untuk membangun profesionalisme. Saya yakin, teman-teman (perawat) bisa,” tuturnya.

“Sekali lagi, itu oknum dan sangat disesalkan. Tidak semua perawat seperti itu. Sekali lagi jangan digeneralisasi. Saya percaya masih sangat banyak perawat di Jawa Timur yang berdedikasi dan bertanggungjawab,” tandasnya.
(roi/iwd).

%d blogger menyukai ini: