25 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Diplomasi Makan Siang Jokowi untuk Perdamaian di Papua

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Nabilla Fatiara

Presiden Joko Widodo mengajak pemenang ‘Festival Gapura Cinta Negeri’ makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/9). Makan siang mereka berlangsung hangat, di tengah upaya pemerintah mendinginkan situasi pascakerusuhan di Papua dan Papua Barat pekan lalu.

Makan siang bersama ini juga dinilai tak sekadar jamuan makan. Namun, ada makna lain selain momentum apresiasi kepada pemenang festival yang berasal dari Nduga dan Kepulauan Yapen, Papua.

“Kalau melihat momentumnya, makan siang itu maknanya plus-plus. Selain respect menghargai pemenang, tapi kan sekarang terjadi dinamika politik luar biasa di Papua. Jadi ajakan makan siang bisa dimaknai cukup signifikan bahwa Jokowi cinta dan perhatian terhadap teman-teman di Papua,” ungkap pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, saat dihubungi, Rabu (4/9).


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersantap siang bersama para pemenang Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Nduga dan Kepulauan Yapen Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Adi kemudian mengibaratkan dalam tradisi, khususnya Jawa, makan bersama ini bisa diartikan sebagai bentuk penghormatan luar biasa. Karena momen ini dimanfaatkan Jokowi untuk lebih intim dengan rakyatnya.

Terlebih, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk sedekat itu dengan Presiden Jokowi.

“Jokowi mengajak makan teman-teman pemenang karena menganggap teman-teman Papua adalah saudara yang harus dipeluk hangat, terlepas dinamika apapun yang terjadi. Diplomasi makan siang harus dimaknai bahwa yang diundang sudah dianggap keluarga, hubungan personal melampaui batas apapun,” tuturnya.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengundang santap siang para pemenang Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Nduga dan Kepulauan Yapen Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jokowi juga seakan menunjukkan keseriusan perhatiannya untuk Papua. Apalagi Pilpres 2019 sudah selesai, sehingga anggapan pencitraan pun sudah tak relevan.

“Jokowi sejak lama sudah bolak balik ke Papua, bahkan disebut satu-satunya presiden yang rajin ke Papua. Artinya Jokowi ingin tunjukan ke publik keseriusan dan perhatiannya ke Papua bukan main-main. Bukan hanya basa-basi dan retorika politik,” tutup Adi.

Jokowi sebelumnya mengajak pemenang ‘Festival Gapura Cinta Negeri’ di Istana Negara pada Senin (2/9) lalu. Salah satu pemenang kategori umum berasal dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Dan juga ada pemenang tambahan dari masyarakat Nduga, Papua.

Selang sehari kemudian, penenang dari Papua ini diajak makan siang bersama Jokowi. Perwakilan yang hadir dari Kabupaten Kepulauan Yapen adalah Otniel Matias Kayani, Royland Worembay, dan Amos Ayum. Sedangkan pemenang dari Nduga adalah Tekius Heluka, Giyanus Kumungga, Agung Rezki, dan Oktavianus Tara Putra.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

%d blogger menyukai ini: