19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Ikut Unjuk Rasa di Sorong, Empat WNA Australia Dideportasi

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Diamanty Meiliana


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Sejumlah mahasiswa Papua dan Papua Barat berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/8/2019. Mereka minta ditangkap polisi sebagai bentuk solidaritas terhadap dua orang rekannya yang ditangkap secara represif oleh polisi di Asrama Lani Jaya, Depok, Jumat malam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusa mendeportasi empat orang warga negara asing asal Australia dari Sorong, Papua, Senin (2/9/2019).

“Benar (ada pendeportasian WNA Australia),” kata Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando saat dikonfirmasi Kompas.com.

Empat WNA asal Australia yang dideportasi tersebut adalah Baxter Tom (37 tahun), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25).

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com

Dalam keterangan yang diterima Kompas.com, keempat WNA tersebut dideportasi karena kedapatan mengikuti aksi unjuk rasa menuntut kemerdekaan Papua.

“Terpantau mengikuti aksi demonstrasi OAP (orang asli Papua) menuntut Papua Merdeka di Walikota Sorong pada tanggal 27 Agustus 2019,” bunyi keterangan tersebut yang telah dikonfirmasi oleh Sam.

Keempat WNA itu dideportasi melalui Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIT. Mereka didampingi empat orang petugas imigrasi.

Menurut rencana, dari Papua, keempat WNA itu akan dibawa ke Bandara Hasanuddin Makassar sebelum diterbangkan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Tiga WNA yakni Baxter, Hellyer, dan Cobbold akan diterbangkan ke Sydney menggunakan penerbangan maskapai Qantas pada Senin malam nanti.

Sedangkan, WNA atas nama Davidson baru dipulangkan pada Rabu (4/9/2019) lusa menggunakan penerbangan Virgin Australian Airline.

%d blogger menyukai ini: