12 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh: Annisa ayu artanti

Jakarta: Pelaku aksi demo berujung rusuh di Kota Jayapura pada Kamis, 29 Agustus 2019 kapok. Mereka berjanji tidak akan terlibat dalam aksi serupa.

Massa yang sebagian besar berasal dari pegunungan Wamena itu merasa ditipu oleh kordinator aksi. Total massa yang tertipu kurang lebih 300 orang.

“Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,” kata Kapendam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto dalam keterangan tertulis yang diterima medcom.id, Minggu, 1 September 2019.


© Annisa ayu artanti Terdapat satu orang diduga sebagai pelaku penjarahan.

Menurut Eko, selama tiga hari mereka bersembunyi di wilayah Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan. Mereka tidak berani kembali ke daerah Abepura dan Waena lantaran takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun perusakan pada saat demo di sepanjang jalan Waena-Jayapura.

“Mereka yang sempat bersembunyi di kompleks kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan tadi sore (14.30 WIT) menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing di wilayah Abepura dan Waena,” jelas dia.

Pada Minggu siang, kata Eko, perwakilan pelaku aksi menemui Kepala Dinas Pendidikan Propvinsi Papua, Desman Kogaya untuk meminta bantuan jaminan keamanan dan angkutan selama proses kembali ke daerah Abepura dan Waena.

Kemudian Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII Cenderawasih dan perwakilan Komnas HAM wilayah Papua sebagai mediator. Setelah melakukan mediasi, sebanyak 298 orang berhasil dievakuasi.

Sementara terdapat satu orang diduga sebagai pelaku penjarahan. Dia diamankan oleh pihak Polres Jayapura karena pada saat pemeriksaan ditemukan kunci SPM baru dikantong.

“Proses evakuasi pemulangan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Kodam XVII/Cen dan Polda Papua,” pungkas dia.

%d blogger menyukai ini: