1 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

2 Pengibar Bendera Bintang Kejora Dikenakan Pasal Makar

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Nabilla Fatiara

Dua orator yang mengibarkan bendera bintang kejora saat aksi demonstrasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, telah ditangkap. Keduanya ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (30/8).

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengungkapkan kedua tersangka bernama Anes Tabuni dan Charles Kossay. Mereka dikenakan pasal makar yang diatur dalam Pasal 106 juncto 87 dan/atau Pasal 110 KUHP.

“Diduga keras telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan/atau permufakatan akan melakukan kejahatan terhadap keamanan negara dan makar,” jelas Dedi di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (31/8).

Dedi sebelumnya menyebut pengibaran bendera bintang kejora juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Padahal, larangan pengibaran bendera tersebut telah diatur dalam putusan Mahkamah Agung (MA).

Misalnya logo dan bendera bulan sabit yang digunakan oleh gerakan separatis di Provinsi Aceh, logo burung mambruk dan bintang kejora yang digunakan oleh gerakan separatis di Provinsi Papua, serta bendera benang raja yang digunakan oleh gerakan separatis di Provinsi Maluku.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

“Tentunya masih akan melihat juga beberapa putusan Mahkamah Agung yang bisa dijadikan yurisprudensi tentang pengibaran BK (Bintang Kejora) aksi itu,” ujar Dedi, Kamis (29/8).

Aksi unjuk rasa dilakukan sekelompok massa yang mengaku bagian dari Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme pada Rabu (28/8). Sejumlah demonstran merias diri mereka dengan beberapa atribut yang menampilkan simbol bintang kejora.

%d blogger menyukai ini: