21 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Wali Kota Jayapura Menangis Melihat Perilaku Massa Pendemo yang Rusuh

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Abba Gabrillin


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Suasana di Kota Jayapura, Jumat (30/8/2019) setelah aksi demo yang berujung rusuh.

JAYAPURA, KOMPAS.com – Puing-puing bekas perusakan dan pembakaran tampak berserakan di tengah Jalan Raya Kelapa II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, yang merupakan salah satu pusat perekonomian dan tempat penyimpanan bahan makanan di Kota Jayapura, Jumat (30/8/2019) pagi.

Pada Jumat pagi, tidak ada aktivitas perekonomian yang berjalan, termasuk tak ada pelayananan pemerintahan dan perbankan.

Bahkan, masyarakat lebih memilih berdiam di dalam rumah dan juga mengungsi ke markas militer terdekat.

Akan tetapi, ada pula masyarakat yang berjaga-jaga di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

Bahkan di rute pertigaan Entrop, tampak warga melakukan blokade di Jalan Raya.

Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano menemui masyarakat di pertigaan Entrop.

Benhur mengatakan, perbuatan anarkis yang dibuat sekelompok masyarakat di Kota Jayapura membuatnya sedih dan menangis.

“Kemarin saya sedih, kemarin saya menangis, kenapa rakyat yang tidak bersalah. Kenapa rakyat saya yang tak bersalah, mobilnya dihancuri dan tempat pencari makannya dibakar? Hati saya dibuatnya sedih, hati saya sakit,” ujar Benhur saat menemui masyarakat.

Selaku pemimpin di Kota Jayapura, Benhur menegaskan bahwa dia akan berpihak kepada masyarakatnya.

Dia berharap tidak ada aksi kerusuhan lain oleh massa pendemo.

“Saya minta dengan rendah hati. Kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,” tutur Benhur.

Sebelumnya, Kamis (29/8/2019), massa menggelar aksi unjuk rasa di Jayapura.

Massa menyikapi dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Massa membakar ruko, perkantoran dan gedung pemerintah.

Kemudian, massa membakar kendaraan roda dua dan roda empat, serta melakukan perusakan.

Kondisi itu membuat aktivitas di Kota Jayapura lumpuh total.

%d blogger menyukai ini: