24 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Rudiantara: Ada yang Potong Kabel Jaringan Telkomsel di Papua

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh: Aditya Panji


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Petugas kepolisian berjaga saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua. Foto: ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak membatasi akses telekomunikasi telepon seluler (layanan suara) dan SMS di Papua dan Papua Barat pada Kamis (29/8). Sejauh ini. Kominfo hanya membatasi akses pada layanan data atau internet seluler di Papua dan Papua Barat.

Dia menjelaskan, jaringan telekomunikasi telepon seluler dan SMS di Papua terganggu karena ada pihak yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel yang mengakibatkan matinya seluruh layanan telekomunikasi di beberapa wilayah Jayapura.

“Telkomsel sedang berusaha untuk memperbaiki kabel yang diputus atau melakukan pengalihan trafik agar layanan suara & SMS bisa segera difungsikan kembali. Kami juga sudah koordinasi dengan POLRI/TNI untuk membantu pengamanan perbaikan di ruang terbuka,” kata Rudiantara dalam pernyataan yang diterima kumparan.

Sudah beberapa hari terakhir, Kominfo mengambil keputusan untuk memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat sejak 21 Agustus 2019. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan penyebaran konten-konten provokatif. Ini adalah buntut kerusuhan yang pecah di sejumlah titik di Papua dan Papua Barat pada 19 Agustus 2019.

Kominfo tidak memastikan sampai kapan pemblokiran akses internet berlangsung. Semua menunggu sampai kondisi di sana kondusif dan kembali normal.

Pihak Telkomsel mengakui bahwa layanan telepon dan SMS di Papua memang sedang mengalami gangguan pada hari ini, namun perusahaan tidak menjelaskan apa penyebabnya.

“Sekarang ini kami sedang mengusahakan percepatan solusi perbaikan dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk mengembalikan agar layanan telepon dan sms Telkomsel bisa kembali normal,” kata Denny Abidin, VP Corporate Communications Telkomsel.

Putusnya layanan telekomunikasi di Papua dan Papua Barat kembali menjadi alasan massa untuk turun ke jalan dan kembali melakukan kerusuhan. Kali ini, massa membakar salah satu gerai GraPari milik Telkomsel yang berada persis di samping Kantor DPR Papua di Jalan Sam Ratulangi, Jayapura.

Telkomsel mengatakan untuk sementara kantor GraPari di Jayapura tidak akan beroperasi selama waktu yang belum ditentukan.

Kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi dipicu kemarahan warga terkait penangkapan mahasiswa Papua, terkait kasus dugaan perusakan tiang bendera merah putih di selokan depan Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. Sebanyak 43 penghuni asrama dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan.

Dibawanya 43 penghuni asrama itu dilakukan setelah pada Jumat (16/8), sejumlah massa protes lantaran tiang bendera merah putih di asrama itu rusak. Massa semakin geram karena terprovokasi pesan berantai yang memperlihatkan ada foto bendera merah putih tergeletak di gorong-gorong sekitar asrama. Massa menduga perusakan itu dilakukan oleh mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

%d blogger menyukai ini: