6 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

9 Hal Aneh Saat Naik Pesawat, Ini Pencegahannya

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Oleh: Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta – Rupanya, terlalu lama di dalam pesawat dapat mengakibatkan tubuh bereaksi terhadap ketinggian. Akhirnya, sistem biologis sedikit kacau, namun gejalanya kadang hampir tak terasa, namun bagi sebagian orang gejala tersebut sangat ekstrem. Lalu bagaimana menaggulanginya.

Majalah Travel and Leisure berbagi kiat menanggulangi bahaya laten yang kerap menyerang saat wisatawan bepergian dengan pesawat.


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO foto

Anda akan mengalami dehidrasi

Ada alasan mengapa banyak pramugari berkeliling selama penerbangan dengan menawarkan air kepada penumpang. Dehidrasi merupakan hal yang paling lazim saat Anda terbang. Dalam penerbangan 3 jam, Anda akan kehilangan 1,5 liter air, kata Ralph E. Holsworth, DO, seorang dokter, direktur penelitian klinis dan ilmiah untuk Essentia Water. Dehidrasi itu juga menimbulkan kekeringan pada kulit. Ia merekomendasikan untuk menghidrasi sebelum, selama, dan setelah penerbangan Anda. Sehingga saat mendarat tanpa merasa kering. Dianjurkan pula menggunakan pelembab atau hand body selama terbang dan setelah mendarat.

Telinga mengalami tekanan

Selain menyebabkan sakit kepala atau membuat mengantuk, penerbangan meningkatkan tekanan pada telinga. Menurut Janette Nesheiwat, MD, seorang dokter keluarga dan spesialis ruang gawat darurat, tekanan saat terbang kian meningkat bila Anda terserang pilek atau memiliki sinus. Pasalnya lendir bakal menumpuk dan meningkatkan tekanan.

Sebaiknya jangan bepergian dengan pesawat saat pilek. Tekanan pada telinga ini bisa parah – sesuai kondisi tubuh. Nah, untuk mengurangi tekanan pada telinga, disarankan mengunyah permen karet untuk melepaskan tekanan pada telinga.

Anda mungkin merasa sedih

Seharusnya bepergian membuat suasana hati gembira. Namun tiba-tiba Anda merasa sedih di dalam pesawat tanpa sebab. Rupanya, tempat duduk pesawat menjadi penyebab. Duduk dalam pesawat kelas ekonomi, membuat tubuh meringkuk. Pola postural seperti ini mengurangi kadar testosteron, dan mendorong tubuh Anda untuk mengakses memori depresi lebih mudah dari biasanya.

Untuk menghibur diri, disarankan untuk meluruskan tubuh dengan meletakkan kaus tebal, jaket, bantal, atau botol air kecil di belakang tulang dada — area di belakang hati — untuk mengarahkan kembali tulang belakang ke posisi yang lebih lurus saat di dalam pesawat.

Anda berpotensi terkena radiasi

Hal pertama yang dihadapi tubuh saat lepas landas adalah peningkatan radiasi atmosfer. Ini adalah hal yang sangat alami, karena jauh dari Bumi pada ketinggian 30.000 kaki atau lebih, “Radiasi menyebabkan kerusakan DNA pada sel dan stres oksidatif, mirip dengan CT scan atau sinar-X,” kata Dr Carnahan. Jadi apa yang terjadi pada tubuh kita? Tidak ada yang terlihat, terutama jika Anda hanya terbang sebulan sekali atau beberapa kali setiap tahun. Namun pilot dan pramugari memiliki risiko paparan radiasi yang lebih dibanding penumpang.


© Disediakan oleh PT. Tempo Inti Media, TBK

Pramugari dan pilot terpapar radiasi lebih tinggi ketimbang penumpang saat berada di atmosfer. Instagram/@anneavantieheart/Fotografer: Dewandra Djelantik

Merasa lelah dan mungkin kesulitan bernapas

Jika Anda memiliki teman yang tertidur saat mencapai ketinggian jelajah. Penyebabnya adalah tekanan pada kabin. Dr Holsworth, mengatakan kadar oksigen 75 persen lebih rendah ketika Anda berada di dalam pesawat terbang. Itulah yang mengakibatkan rasa kantuk, serta sakit kepala atau pusing.

Jika Anda seseorang yang menderita penyakit jantung atau paru-paru, terbang juga dapat meningkatkan risiko hipoksia, yang merupakan penurunan saturasi oksigen darah. Saran Dr Carnahan, agar membawa oksigen dalam tabung mini, agar mendapat asupan udara bersih. Bernafaslah dalam-dalam dengan tabung oksigen mini itu.

Anda memiliki peningkatan risiko pembekuan darah

Anda mungkin pernah mendengar tentang potensi pembekuan darah saat terbang, lalu apa penyebabnya? Dr Holsworth mengatakan penyebabnya adalah karena Anda duduk terlalu lama dan mengalami perubahan tekanan atmosfer.

“Kandungan air yang hilang di dalam pembuluh darah meningkatkan ketebalan pembuluh darah vena, sehingga meningkatkan risiko pembekuan darah,” katanya. Solusinya, saat lampu tanda sabuk pengaman dimatikan, bangunlah dari tempat duduk untuk membantu sirkulasi udara secara alami.

Kaki Anda mungkin bengkak

Pernahkah Anda menyaksikan seseorang berjalan perlahan dari pesawat dengan pergelangan kaki bengkak yang tampak luar biasa besar? Hal tersebut disebabkan oleh duduk selama berjam-jam, yang memungkinkan cairan menumpuk di bagian bawah. Anda dapat menghindari ini dengan bepergian dengan sepasang kaus kaki ketat, untuk membantu menekan darah kembali ke jantung untuk diresirkulasi dan mencegah cairan menumpuk di kaki.

Anda lebih cenderung mudah sakit

Ada beberapa orang yang mudah masuk angin setiap kali mereka terbang. Rupanya banyak faktor yang terlibat, yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda. Bahkan, bandara adalah salah satu tempat paling berbahaya karena banyaknya kuman.

Hal yang sama berlaku dengan kursi pesawat, karena sering tidak dibersihkan secara menyeluruh di sela-sela jadwal penerbangan. Untuk itu perlu untuk meningkatkan asupan vitamin C dan bawa pembersih tangan.

Selera Anda akan menjadi rusak

Saat Anda mencapai ketinggian jelajah, suasana di kabin maskapai penerbangan dapat mengurangi kemampuan hingga 30 persen untuk mencicipi makanan manis dan asin. Ini membuat makanan enak terasa hambar.

%d blogger menyukai ini: