1 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Viral Pasangan Menikah dengan Mahar Saham, Berikut Kisah Maskawin Unik Lainnya

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: Sari Hardiyanto


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media RM Zaga Raditya Kusumaprabu (26) memberikan mahar 2.300 lembar saham kepada istrinya Bellawati Dityasari (26) dalam pernikahanannya yang digelar di Griya RW Jalan Danliris, VIII No 4 Tohudan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019).

KOMPAS.com – Pasangan pengantin RM Zaga Raditya Kusumaprabu (26) dan Bellawati Dityasari (26) mengikat janji dengan mahar berupa 2.300 lembar saham atau sekitar Rp 3.338.498.

Selain bertujuan sebagai investasi jangka panjang, menurut Zaga, pemilihan maskawin tersebut juga dapat mengedukasi masyarakat terkait saham yang bisa dipergunakan sebagai instrumen investasi.

“Saya pilih mahar saham untuk investasi jangka panjang. Nilainya semakin lama semakin naik,” ucap Zaga di Solo, Jawa Tengah (27/8/2019).

Selain pasangan Zaga dan Bellawati, di Boyolali juga pernah ada kejadian serupa.

Pasangan pengantin asal Banaran, Dwian Wahyu Prabawa (26) dan Sherly Wijayanti (25) diketahui menikah dengan mahar berupa dua lot saham senilai Rp 1,58 juta.

Menurut Dwian, mahar berupa saham yang ia berikan bukan sekadar mencari sensasi semata, melainkan juga digunakan untuk investasi jangka panjang.

“Saham ini merupakan tabungan yang tidak gampang tergerus dengan inflasi. Kami tidak mengharap bunga. Kami menyimpan uang untuk kebutuhan jangka panjang,” ucap Dwian kepada Kompas.com, Selasa (9/7/2019).

Sebelumnya, banyak beredar cerita viral mengenai pemberian mahar yang dianggap unik dan berbeda dari kebiasaan di masyarakat. Apa saja bentuknya?


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Dwian Wahyu Prabawa (26) dan Sherly Wijayanti Kumayas (25) menunjukkan mahar saham dalam pernikahannya di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (7/7/2019).

Maskawin tiga butir telur ayam

Agus Riadi (33) menikahi Rosiana (31) dengan maskawin tiga buah butir telur dan uang sebanyak Rp 16.000. Cerita keduanya pun viral. Awalnya, video pernikahan dengan mahar berupa telur ini diunggah di akun Instagram @Insidelombok pada Rabu (26/6/2019).

Agus menuturkan, ia memberikan maskawin unik tersebut karena semasa bujang tidak ingin menikah sebelum menemukan perempuan yang bersedia dinikahi dengan mahar berupa tiga butir telur ayam.

Ia melanjutkan, sebelumnya banyak tetangga yang mengolok-olok dirinya karena terlalu lama membujang. Namun, Agus akhirnya bertemu dengan sang istri dan menjalin hubungan selama 5 bulan, sebelum akhirnya memilih untuk meminang Rosiana.

“Kami sudah menjalani hubungan ini semenjak Februari lalu,” ucap Agus kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2019).


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Agus Riadi dan Rosiana di sela acara resepsi pernikahannya, Kamis (27/6/2019)

Pembacaan sila Pancasila dan durian

Kisah unik lainnya datang dari pasangan Sugiman dan Siti Nur Khasanah di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sugiman menikahi istrinya dengan maskawin berupa pembacaan sila kelima Pancasila dan satu buah durian. Tak hanya itu, keunikan lain ada pada lokasi pengucapan ijab kabul yakni di atas pohon.

Kemudian setelah proses akad nikah, pasangan ini turun dari pohon dengan meluncur menggunakan flying fox.

Sugiman mengaku, memiliki gagasan ini saat mengikuti program menikah dengan cara unik dari internet.

“Yang naik kapal sudah ada, hammock dan gubuk pohon bambu sudah ada. Tinggal di atas pohon ini, jadi ya pilih saja,” ucap Sugiman, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, saat menuruni pohon dengan flying fox ia merasa gugup. Terlebih ia mengaku belum pernah mencoba hal tersebut.

“Apalagi harus memanjat pohon pakai peralatan memanjat seperti itu, tapi sekarang sudah lega, semua berjalan lancar,” ucap dia.

Selain itu, mahar berupa pembacaan sila Pancasila juga dilakukan Sudibyo (40) untuk meminang istrinya Warsini Haryati (43) di Yogyakarta.

Sudibyo menikahi Warsini dengan mahar berupa teks Pancasila dan seperangkat alat shalat. Ia pun harus melafalkan kelima sila dalam Pancasila sebelum mengucapkan ijab kabul.

Selain kelima sila Pancasila, keunikan lainnya adalah pernikahan mereka berlangsung di atas mobil pemadam kebakaran.

Sebelum melangsungkan pernikahan, Sudibyo harus berjuang menghafalkan kelima sila tersebut.

“Takutnya grogi dan salah mengucapkan, makanya saya hafalkan semalaman biar tidak salah ucap,” ucap dia.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Sudibyo (40) dan Warsini Haryati (43) ketika mengikuti nikah massal di atas mobil pemadam kebakaran di pintu keluar DPRD DI Yogyakarta, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (26/9/2017)

Ikrar Sumpah Pemuda

Pasangan pengantin Sophi Arfusin (29) dan Suyani (27) memiliki ide unik untuk membuat pernikahan mereka berkesan, yakni dengan mahar berupa Ikrar Sumpah Pemuda.

Saat pembacaan ijab kabul, mereka berdua mengenakan pakaian adat Bali Agung dan duduk di atas mesin pembuat keramik yang dapat berputar. Adapun, pernikahan unik ini terselenggara berkat gagasan dari Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais).

“Maharnya seperangkat alat shalat dan Ikrar Sumpah Pemuda yang diucapkan mempelai pria,” ucap Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Menurut Ryan, pengucapan ikrar ini bertujuan untuk menyebarkan virus nasionalisme dan menanamkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Pengantin unik, Sophi Arifudin (29), warga Rejowinangun, Kota Gede, Kota Yogyakarta dan Suyani (27), warga Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah, di Gedung Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (26/10/2018)

Dua ekor ikan

Di Polewali Mandar, pasangan pengantin Arham dan Herna mengikat janji suci dengan maskawin berupa dua ekor ikan yang dilepaskan bersamaan dari gazebo di Kantor Urusan Agama (KUA) Matakali.

Menurut Kepala Kantor Departemen Agama Polewali Mandar, Imran K Kessa, pernikahan keduanya terbilang cukup unik karena menggunakan filosofi hidup ikan. Imran berharap, semangat memelihara ikan dapat menjadi inspirasi keduanya untuk mengedepankan sifat saling memelihara hingga ke anak cucu.

“Pernikahannya unik namun tetap sakral. Keduanya melepas ikan untuk menandai pernikahan mereka secara resmi,” ucap Imran.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Setelah sekian tahun menjalin kisah asmara, Dua pasangan kekasih resmi mengikat janji setia di kantor kua Matakali Polewali mandar dengan mahar 2 ekor ikan, Jumat (13/4/2018) lalu.

Secangkir kopi

Pernikahan yang digelar pasangan Wastiti Putri SW (30) dan Angga Yudistira (33) terbilang unik. Pasalnya, mempelai pria, Angga meminang istrinya dengan mahar secangkir kopi.

Bahkan sebelum akad nikah dimulai, Angga meracik kopi Arabika campuran Gayo dan Ijen Raung dengan metode cold brew. Kemudian setelah akad nikah, ia memberikan kopi racikannya kepada Wastiti yang langsung diteguk habis.

Wastiti mengaku, ia memang tidak meminta mahar dan sengaja memilih kopi karena mereka berdua sama-sama menyukai minuman ini.

“Selain itu, kalau diminum kan kopinya jadi satu dengan tubuh. Harapannya tidak bisa terpisah sampai tua dan di surga,” ucap Wastiti kepada Kompas.com (11/9/2016).


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Mempelai wanita Wastiti Putri sedang meneguk secangkir kopi sebagai mahar pernikahannya dengan Angga Yudistira, Minggu (11/9/2016).

Seperangkat alat lukis

Di Magelang, seperangkat alat lukis menjadi maskawin pernikahan pasangan Untung Yuli Prastiawan (33) dan Swasti Handayani Putri (32). Untung memberikan seperangkat alat lukis berupa kanvas putih 1,5×1,5 meter dan dua buah kaleng cat minyak.

Setelah pengucapan ijab kabul, pasangan ini lantas melukis bersama di atas kanvas diiringi lagu When I Fall in Love yang mengalun dari saksofon.

“Saya berikan seperangkat alat lukis kepada istri, agar ia ikut merasakan dunia itu indah. Semua baik dan buruknya dunia bisa terlukis,” ucap Untung.

Selain alat lukis, keunikan lainnya adalah lokasi pernikahan. Untung dan Swasti menyelengarakan prosesi sakral tersebut di dalam Museum Haji Widayat, Mungkid, Kabupaten Magelang.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Pasangan seniman Wawan Geni dan Putri melukis bersama di upacara pernikahannya di Museum H. Widayat, Magelang, Minggu (8/3/2015).

(Sumber: Kompas.com/Idham Khalid, David Oliver Purba, Markus Yuwono, Junaedi, Ira Rachmawati, Ika Fitriana, Labib Zamani, Teuku Muhammad Guci Syaifudin)

%d blogger menyukai ini: