29 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menteri Nasir, Kenalkan Rektor Asing Pertama

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : Candra Yuri Nuralam


© Candra Yuri Nuralam Menristekdikti, Mohamad Nasir memperkenalkan Chou sebagai rektor asing pertama yang akan memimpin Universitas Siber Indonesia ke depannya.

Bali: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengenalkan Rektor Asing pertama bernama Chou. Chou akan memimpin Universitas Siber Indonesia ke depannya.

“Pertama kali rektor asing yang msuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber Indonesia yang diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta,” kata Nasir di Hotel Grand Ina, Sanur, Bali, Senin 26 Agustus 2019.

Nasir mengatakan, Universitas Siber Indonesia merupakan lembaga pendidikan pertama yang sistem pendidikannya berbasis daring. Chou dipilih karena dinilai tepat.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com. Menristekdikti, Mohamad Nasir

“Universitas ini adalah yang pertama kali di Indonesia yang berbasis pada online, di mana mereka yang rektor tadi punya pengalaman mengelola perguruan tinggi (berbasis daring) ,” ujar Nasir.

Chou mempunyai rekam jejak yang bagus. Tercatat, Chou pernah mempunyai pengalaman di dua universitas yang berbeda negara.

“Satu memiliki pengalaman di Hamburg University di Korea selatan dan pernah jadi dosen sepuluh tahun di universitas di Amerika dan saat ini menjadi rektor di Universitas Siber Indonesia,” terang Nasir.

Nasir mengatakan pengadaan rektor asing ini bukan lantaran tidak adanya rasa nasionalisme. Namun, pengadaan rektor asing ini dilakukan untuk mendorong universitas di Indonesia agar setara dengan universitas di luar negeri.

Dia berharap banyak dengan adanya rektor asing ini. Chou dituntut bisa memajukan mutu pendidikan di Indonesia setara dengan internasional.

“Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu menjadi baik dan daya saing di tingkat internasional. Harapan saya, karena ini di Asia, mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia saja dan ini ada permintaan dari ASEAN sendiri, Asia Barat, maupun di Afrika,” tutur Nasir.

Pengadaan rektor asing ini masih dalam tahap percobaan. Rektor asing baru akan dilakukan di beberapa kampus swasta.

Untuk kampus negeri, Kemenrisdikti sedang melakukan rancangan yang matang. Nasir ingin rektor asing bisa berjalan di kampus negeri jika memungkinkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Untuk PTN kami masih memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait. Harapan saya mereka bisa berkolaborasi juga untuk meningkatkan kualitas,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir agar menyiapkan instrumen regulasi untuk mempermulus wacana rekrutmen rektor dan dosen asing di perguruan tinggi Indonesia.

Respons serius presiden yang ingin merekrut rektor dan dosen asing, kata Nasir, ditunjukkan dengan menginstruksikan Nasir untuk menyiapkan segala hal terkait instrumen regulasinya. “Ada beberapa regulasi yang akan kami perbaiki, Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti).

Terutama yang terkait dengan tata cara pemilihan rektor di PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri berstatus Badan Hukum) untuk mendatangkan rektor dari luar negeri,” kata Nasir kepada Medcom.id, di Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019.

%d blogger menyukai ini: