5 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

20 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan Timika, Situasi Berangsur-angsur Kondusif

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh: David Oliver Purba


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Warga melakukan aksi dengan pengawalan prajurut TNI di Bundaran Timika Indah, Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019). Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat/wpa/nz.

KOMPAS.com – Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan, telah mengamankan 20 orang terkait kerusuhan yang terjadi di Timika, Papua, Rabu (21/8/2019).

“Ada sekitar 20 orang diamankan di kantor dan akan kita proses penegakan hukum,” ujar Agung, Rabu.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, AKBP Agung Marlianto

Agung mengatakan, ke 20 orang tersebut akan diproses secara hukum.

Agung menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apapun dari unjuk rasa berujung anarkistis.

“Sekali lagi tidak ada yang membernarkan unjuk rasa berujung anarkistis dengan melakukan perusakan,” ujar Agung.

Petugas juga mengamankan beberapa orang lainnya yang kedapatan membakar tempat sampah dan ban. Pihak kepolisian membawa orang-orang tersebut ke kantor polisi untuk dilakukan pendataan.

Agung mengatakan, hingga sore ini situasi di Timika sudah berangsur-angsur kondusif.

“Kondisi sudah berangsur-angsur pulih. Nanti akan kita lakukan patroli setiap waktu sampai pulih betul,’ ujar Agung.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan di Timika, Papua, dipicu oleh kekecewaan massa yang terlalu lama menunggu kedatangan Ketua DPRD Mimika dan Bupati Mimika.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Ketua DPRD, Elminus B Mom

Mereka sudah berharap kedua tokoh itu datang menemui massa. Antaranews melaporkan, aksi yang awalnya mengusung misi damai itu berubah menjadi aksi melempari gedung DPRD Mimika dengan batu.

Sejak Rabu (21/8/2019) pagi, lebih dari 1.000 orang datang dari sejumlah wilayah di Timika, Kabupaten Mimika.

Mereka turun ke jalan guna menyuarakan aspirasi antirasisme terkait insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Malang, Provinsi Jawa Timur, pada 16 Agustus 2019.

Mereka berkumpul di depan kantor DPRD Mimika. Awalnya suasana berjalan damai.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Bupati Eltinus Omaleng

Namun, setelah beberapa jam menunggu kedatangan Bupati dan Ketua DPRD Mimika, massa terprovokasi.

Massa mulai melempari gedung DPRD Mimika yang terletak di Jalan Cenderawasih, Kota Timika, dengan batu sekitar pukul 13.00 WIT.

%d blogger menyukai ini: