24 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Wapres: Masyarakat Papua Hanya Minta Klarifikasi

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : Achmad Zulfikar Fazli


© Achmad Zulfikar Fazli JK menilai insiden di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, menjadi pemicu kerusuhan tersebut.

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat. JK menilai insiden di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, menjadi pemicu kerusuhan tersebut.

“Semua akibat saja, apa yang terjadi di Surabaya, Malang, itu tentu perlu dijelaskan secara terbuka, diklarifikasi,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Menurut JK, masyarakat Papua ingin penjelasan dan permintaan maaf soal insiden di Surabaya dan Malang. JK menekankan, setiap warga negara harus saling menghargai satu sama lain.

“Kalau ada masalah serius, yang terjadi di Surabaya jelaskan saja secara terbuka apa yang terjadi, kita kan hanya mendapat informasi, tapi informasi harus dilihat secara betul,” ujar dia.

JK mengatakan aparat dan pemerintah daerah harus bekerja sama meredam kerusuhan ini. Informasi juga harus dibuka seluas-luasnya agar tidak terjadi simpang siur.

“Jadi mudah-mudahan tidak melebarlah,” pungkas dia.

Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) sebelumnya terlibat bentrok dengan warga sekitar di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis, 15 Agustus 2019, sekitar pukul 08.30 WIB.

Bentrokan terjadi ketika para mahasiswa Papua melakukan unjuk rasa memperingati 57 tahun perjanjian New York, dengan tema ‘Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua’.

Di sela-sela aksi, terjadi keributan antara mahasiswa Papua dengan warga sekitar. Sempat terjadi bentrokan dan aksi saling lempar batu antara warga yang berusaha mencegah aksi unjuk rasa dari massa AMP.

Kerusuhan bergeser ke Surabaya pada Jumat, 16 Agustus dan Sabtu 17 Agustus 2019 akibat isu perusakan tiang bendera di lingkungan asrama mahasiswa Papua. Masyarakat Manokwari dan Jayapura pun terpancing.

Kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat. Sejumlah jalan lumpuh karena ditutup massa aksi. Mereka memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019.

Suasana semakin panas setelah sejumlah konten berisi dugaan penyerangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, tersebar via media sosial. Massa menganggap narasi tersebut merupakan diskriminasi warga Papua di Jawa.

%d blogger menyukai ini: