26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Anies: 100 Hari Bukan Tujuan Utama Kami Bekerja

Jakarta – Timurmerdeka.com. Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan mengatakan 100 hari kepemimpinannya bersama Wagub Sandiaga Uno di Ibu Kota, sudah berjalan dengan baik dan mulus. Anies merasa terlalu dini bila banyak pihak yang menyebutkan Jakarta memiliki banyak masalah saat ini.

“Alhamdulillah 100 hari ini, berjalan dengan baik. Tentu kita merasa 100 hari bukan tujuan utama kita bekerja. Terlalu awal kalau kita merasa berbesar hati, terlalu awal untuk mengatakan banyak masalah,” kata Anies di Pendopo Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat hari Rabu (24/1/2018).

Menurut Anies, dalam penilaian 3 bulan kepemimpinannya, sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi dengan jajarannya di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Anies juga patut bersyukur selama 100 hari bekerja menangani Jakarta, banyak program yang sudah bisa digulirkannya.

“Kita bersyukur program yang kita rencanakan sudah bisa digulirkan, saya melihat kita 100 hari ini, satu menata barisan menyamakan persepsi dengan mereka semua yang bekerja, birokrasi. Kedua adalah menyiapkan pelaksanaan janji kerja program yang sudah dirancang ketika masa kampanye”, paparnya.

Anies mengatakan akan merespons situasi atau masalah yang muncul selama 100 hari ini. Dia memberi contoh penutupan Jalan Jati Baru Tanah Abang, disebutnya salah satu masalah Jakarta yang sudah ditangani.

“Tanah Abang itu bukan bagian dari janji kita, tetapi dalam perjalanan awal kita, ini salah satu masalah yang perlu segera ditangani, karena itu kita terlibat”, jelasnya.

Dia juga mengatakan 3 fokus utama dalam mengurus Jakarta sudah terpenuhi. 3 fokus yang dimaksud meliputi lapangan pekerjaan, pendidikan, dan biaya hidup.

“Alhamdulillah 3 fokus kita berjalan. Pertama ada lapangan pekerjaan, kedua pendidikan, ketiga biaya hidup. Biaya hidup salah satu komponen besar apa, rumah, dan transportasi,” tutur Anies.

“OK Otrip mulai, DP 0 rupiah mulai. Kemudian soal pendidikan KJP plus mulai, OK OCE juga sudah mulai berjalan”, lanjutnya.

Anis menambahkan, 3 Fokus utama itu, diharapkan bisa berdampak positif bagi warga Jakarta. Khusus OK Otrip, dia mengatakan masih terus dilakukan pemantauan agar menjadi program yang tepat sasaran dan tepat manfaat.

“Nah di 3 arena utama yang jadi perhatian kita, itu kita mulai jalankan dan kita berharap benar eksperimen OK Otrip ini kita review supaya biaya hidup di Jakarta, karena 30 persen itu dipakai untuk transportasi”, katanya. (gin/idh).

%d blogger menyukai ini: