19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengintip Cara Belajar Si Jenius Elysia, Mahasiswa Termuda Unpad Ber-IQ 140

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh : David Oliver Purba


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Elysia Wiyadhari tercatat sebagai mahasiswa baru termuda di Unpad tahun akademik 2019/2020.

BANDUNG, KOMPAS.com – Elysia Wiyadhari tercatat sebagai mahasiswa baru termuda di Unpad tahun akademik 2019/2020.

Saat melakukan registrasi administrasi, Selasa (13/8/2019), Elysia baru menginjak usia 15 tahun 9 bulan. Ia bisa mendaftar ke perguruan tinggi dalam usia dini karena mengikuti program percepatan atau akselerasi SMP-SMA menjadi 4 tahun.

Elysia mengaku, keberhasilannya selama ini karena lingkungannya yang sportif, baik temn-teman maupun keluarganya. Hal itu memudahkannya dalam belajar.

“Belajar dibawa enjoy aja, yang penting lingkungannya sportif,” ujar Elysia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/8/2019).

Lulusan SMPN Tangerang Selatan ini mengatakan, tidak ada jadwal khusus untuk belajar. Saat masih duduk di SMP dan SMA, ia mengoptimalkan pelajaran di sekolah.

Namun, sepulang sekolah ia mengikuti les atau bimbingan belajar. Misalnya saat SMA, ia baru pulang sekitar jam 15.00 dari sekolah.

Sepulang sekolah ia langsung ikut bimbel dan belajar di sana hingga pukul 20.00 WIB. Sesampainya di rumah, ia memilih untuk istirahat dan tidur.

“Bimbelnya tiga kali dalam seminggu. Aku enggak selalu belajar setiap saat, aku masih bisa main sama teman-teman atau keluarga,” tuturnya.

Bahkan ia mengaku cepat bosan bila belajar terus-terusan. Ia lebih suka menganalisis, eksplorasi hal-hal baru, dan terjun ke lapangan.

Itulah mengapa ia memilih bidang kesehatan di Unpad. Sebab kesehatan merupakan gabungan sosial dan saintifik.

Untuk meningkatkan rasa empatinya, ia pun ingin menjadi relawan di bidang kesehatan yang membantu orang-orang, misalnya di lokasi bencana.

Selain sekolah dan bimbel, Elysia aktif di sejumlah ekstrakurikuler seperti bulu tangkis dan radio. Baginya ekskul tersebut memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sosialnya.

“Semua kegiatan itu aku bawa enjoy aja. Bersyukur lingkunganku mendukung,” tutur perempuan ber-IQ 140 atau masuk kategori kecerdasan luar biasa.

Bagi para adik kelasnya, Elysia berpesan untuk memiliki mimpi dan mengejarnya sedini mungkin. Jangan ragu melangkah.

“Kalaupun gagal, jangan ubah goalsnya, tapi ubah strateginya,” ujarnya.

Elysia akan mulai masuk kuliah akhir Agustus 2019. Ia bertekad kuliah sebaik mungkin untuk membahagiakan kedua orangtuanya yang telah pensiun.

“Saya anak ke tujuh dari sembilan bersaudara. Ayah sudah pensiun, kalau ibu, ibu rumah tangga,” ujarnya.

%d blogger menyukai ini: