3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kekhawatiran Guru atas Penemuan Siswanya soal Obat Kanker Mujarab hingga Juarai Dunia

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh : Farid Assifa


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ilustrasi kanker

PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Tiga siswa SMA 2 Negeri Palangkaraya berhasil menemukan obat kanker mujarab dari pohon bajakah dan berhasil meriah medali emas pada ajang kompetisi tingkat dunia di Seoul, Korea Selatan.

Namun, di balik penemuan dan prestasi itu, terdapat kekhawatiran pihak guru pembimbing siswa, yakni akan banyak orang memburu pohon itu sehingga bisa merusak hutan di Kalimantan Tengah.

Saat awal menerima informasi bahwa ada siswa dari salah satu SMA Negeri di Palangkaraya yang berhasil menjuarai dan meraih medali emas atas karya ilmiahnya menemukan obat kanker dari pohon Bajakah, Kompas.com langsung mencari informasi tambahan terkait dengan siapa siswa itu dan dari mana asal sekolahnya.

Akhirnya Kompas.com berhasil menemukan titik terang ketiga nama siswa tersebut, serta asal sekolah dan nama guru pembimbingnya.


© Kompas.com Aysa dan Anggina

Disambut dengan ramah oleh Ruji Alamsyah SPd, humas SMA Negeri 2, Palangkaraya, berhasil membantu Kompas.com bertemu dengan Helita, yang merupakan guru pembimbing dari ketiga siswa berprestasi tersebut.

Namun, rencana wawancara dengan Helita MPd yang merupakan guru pembimbing dari ketiga siswa itu awalnya tidak berjalan mulus.

Sempat ada penolakan dari guru pembimbing untuk diwawancarai, apalagi membuka secara utuh asal usul serta nama jelas kayu yang disebut bajakah tersebut.

Alasannya, ia tidak ingin penemuan itu justru berdampak pada kerusakan hutan di Kalimantan Tengah. Ia khawatir akan terjadi eksploitasi alam besar-besaran terhadap hutan di Kalimantan Tengah, terutama bagi kalangan yang memiliki tujuan untuk komersil.

“Saya tidak mau kalau ini nantinya justru akan menjadi masalah, khususnya dalam hal eksploitasi hutan Kalimantan Tengah,” kata Helita saat ditemui Kompas.com di SMA Negeri 2, Palangkaraya.

Setelah Kompas.com bisa meyakinkan dan memberikan penjelasan yang cukup panjang, akhirnya guru pembimbing bersedia diwawancarai serta langsung memanggil ketiga siswa hebat tersebut, dengan syarat tidak akan membuka nama dan jenis kayu tersebut.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com

Sebelumnya diberitakan, tiga orang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih juara dunia atas temuan obat kanker mujarab, dengan bahan baku alami berupa batang pohon tunggal, atau dalam bahasa dayak disebut dengan Bajakah, yang diperoleh di hutan Kalimantan Tengah, Senin (12/08/2019).

Keberhasilan ketiga siswa tersebut berawal dari informasi dari Yazid, salah seorang siswa yang ikut dalam tim tersebut, bahwa ada salah satu tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang kerap digunakan keluarganya menyembuhkan kanker, bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun.

Di bawah bimbingan Ibu Helita MPd, guru biologi, ketiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya ini memutuskan untuk memulai pembahasan awal yang lebih serius mengenai kayu bajakah.

Penelitian diawali dengan uji pendahuluan dilakukan ketiga siswa dan guru pembimbing pada laboratorium.

%d blogger menyukai ini: