2 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Kemenpora Percaya TNI Rekrut Enzo dengan Profesional

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Rini Friastuti

Ideologi Enzo Zenz Allie yang menjadi taruna Akademi Militer (Akmil) dipertanyakan setelah fotonya membawa bendera bertuliskan tauhid beredar di media sosial. Bendera itu dikaitkan dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Terkait hal itu, Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Soleh mengatakan, percaya dengan sistem rekrutmen yang dilakukan TNI. Ia mengatakan, Enzo merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak sama untuk membela negara. Maka itu ia meminta agar masyarakat melakukan verifikasi lebih dulu sebelum berkomentar tentang Enzo.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Diskusi polemik “Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan” di d’consulate resto & lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

“Pertama, perlu ada verifikasi di tengah masyarakat yang tumbuh di era digital seperti ini. Bisa jadi benar masa lampau kemudian ada komitmen untuk memperbaiki, bisa jadi tidak benar,” kata Ni’am dalam diskusi polemik ‘Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan’ di d’consulate resto & lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

“Di sinilah pentingnya langkah-langkah klarifikasi, langkah-langkah tabayyun dalam proses memperoleh informasi. Pada saat lain kita percaya institusi TNI punya mekanisme untuk recruting calon taruna dengan sangat profesional,” kata Ni’am.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Kepercayaan Ni’am berdasarkan penjelasan dari beberapa pejabat di TNI seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapuspen TNI Mayjend Sisriadi yang mengatakan rekrutmen dilakukan dengan mekanisme terukur, profesional, dan terbuka.

“Banyak sekali anak pejabat TNI yang ingin masuk tapi mental. Tapi banyak juga yang bukan anak TNI karena kemampuan dia dan juga memenuhi standar dia masuk. Termasuk di dalamnya Enzo,” kata Ni’am.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Jubir BIN Wawan Hari Purwanto, Atlet Lompat Galah Diva Renatta Jayadi, Founder Startup Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoko, serta Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu.

%d blogger menyukai ini: