4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

BIN Bela TNI Soal Polemik Taruna Akmil Enzo

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : Siti Yona Hukmana

Jakarta: Juru Bicara Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menilai, institusi TNI tak kecolongan meloloskan Enzo Zens Allie dalam perekrutan Akademi Militer (Akmil). Menurut dia, panitia seleksi (pansel) telah merekrut dengan teliti.

“Kita tidak melihat hal ini sebagai kecolongan atau pun demikian. Dia telah melalui sejumlah seleksi dan masing-masing lolos. Juga ada wawancara, dari situ muncul penilaian (jika terpapar paham radikalisme ketahuan),” kata Wawan di D’consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Wawan merincikan sejumlah tes yang dijalani Enzo yakni wawancara, mental, ideologi, fisik, jasmani, kesehatan jiwa, psikotes. Semua tes itu dilalui Enzo dengan mulus dan dinyatakan lolos seleksi.

Namun, jika memang Enzo terpapar paham radikalisme, kata Wawan, lambat laun bakal ketahuan. Dia mencontohkan, seorang taruna yang sudah hampir diwisuda dikeluarkan akibat ketahuan terpapar radikalisme.

“Hanya memang orang melihat dia viral di medsos karena ada wawancara dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus ada keingintahuan orang seperti itu (radikalisme), ini persoalan yang berbeda,” pungkas dia.


© Siti Yona Hukmana Menurut dia, panitia seleksi (pansel) telah merekrut dengan teliti.

Taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie diterpa isu miring lantaran disebut terpapar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut institusi TNI telah kecolongan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi juga menepis tudingan taruna Akademi Militer (Akmil) atas nama Enzo Zens Allie terpapar radikalisme. Belakangan beredar foto Akmil keturunan Prancis itu tengah membawa bendera tauhid yang diletakan di tas ranselnya.

Sisriadi memastikan Enzo ‘bersih’. Seleksi ketat sebelum menjadi taruna Akmil membuktikan tudingan Enzo condong ke ideologi radikal salah.

“Tidak (benar). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif,” ujar Sisriadi, di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

%d blogger menyukai ini: