27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pantauan Kementan: Stok Aman Tapi Harga Pangan Naik

Jakarta – Timurmerdeka.com.  Stok Pangan Sambut Natal dan Tahun Baru 2018 Aman?.  Menyambut Natal dan Tahun Baru 2018, ketersediaan dan harga bahan pangan dipastikan aman dan stabil. Dirjen Hortikultura, Spudnik Sujono, mengatakan, hal tersebut diperoleh dari hasil pantauan dan identifikasi tim upsus cabai dan bawang di lapangan.

Adapun hasil identifikasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Ketersediaan Bawang merah bulan Desember: 123.849 ton, kebutuhan: 109.437 Ton, Surplus : 14.412 Ton.
Ketersediaan cabai besar Bulan Desember: 104.064 Ton, kebutuhan: 95.652 Ton, surplus 8.412 ton.
Ketersediaan Cabai rawit bulan Desember: 81.637 Ton, kebutuhan: 73.099 ton, surplus 8.538 ton.

“Ini berarti bahwa ketersediaan dan produksi secara nasional maupun di sentra utama dan non sentra masih aman dan terkendali,” kata Spudnik dalam keterangannya, Senin (25/12/2017).

Harga bawang merah saat ini di tingkat petani/produsen Rp 7.000 (Demak, Pati dan Cirebon), Brebes dan Rp 8.000, Bima Rp 9.000, Solok Rp 11.000, Garut, Majalengka dan Malang Rp 12.000, sedangkan harga di tingkat konsumen Rp 30.000..

Harga pasar induk Kramat jati Rp 12.000 sedangkan harga rata rata Rp 13.077. Ada peningkatan harga 400% bila dibandingkan dengan harga di tingkat petani.

Ditambahkan Spudnik, lokasi panen bawang merah saat ini yaitu Brebes: 2.800 Ha, Enrekang: 1.084 Ha, Demak: 921 Ha, Solok: 689 Ha.

“Bawang merah sudah kita ekspor kurang lebih 10.500 Ton ke beberapa negara Asean seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste,” sebut dia.

Untuk Harga Cabai rawit merah saat ini di tkt petani/produsen Rp 8.500 (di Jeneponto), Bandung, Ciamis Kulon Progo, Bantul, di kisaran Rp 12.000-Rp 13.000, Lamongan, Sumbawa dan Sampang Rp 10.000, Banyuwangi, sumenep dan Lumajang Rp 14.000-15.000, Tasikmalaya dan Lombok Timur Rp 15.000. Sedangkan harga di tingkat konsumen Rp 35.000-40.000.

“Ada peningkatan harga 605% bila dibandingkan dengan harga di tingkat petani,” sebut dia.

Spudnik menambahkan bahwa lokasi panen Cabai Rawit merah saat ini Lombok Timur: 2.000 Ha, Jember: 1.500 Ha, Banjarnegara: 1.296 Ha, Garut: 928 Ha, Kediri: 880 Ha, Blitar: 870 Ha, Malang: 766 Ha.

Sementara Cabai merah keriting saat ini di tkt petani, harga terendah Rp 9.000 di Jeneponto, Enrekang Rp 12.000, Sumbawa, Mamuju Rp 15.000, Harga di WIl Jawa Timur kisaran Rp 17-19 ribu ( Malang, Kediri, Blitar), Maros dan Bantaeng Rp 16.000 – 17.000, Jawa Barat kisaran Rp 18-21.000 ( Majalengka, Garut, Bandung, Tasikmalaya).

Sedangkan harga di tingkat retail Jakarta Rp 35.000 -50 ribu. Ada peningkatan harga 455% bila dibandingkan dengan harga di tingkat petani.

Menurut Spudnik bahwa lokasi panen Cabai besar saat ini Garut: 1.028 Ha, Kulon Progo: 900 Ha, Brebes: 945 Ha, Rejang Lebong: 893 Ha, Kerinci: 868 Ha, Malang 500 Ha, Majalengka: 450 Ha. Pasar Induk Kramat Jati. Harga di tingkat petani untuk CRM Rp 21.000, sedangkan harga CMK Rp 20.000. Harga saat ini di tingkat petani untuk CMK Rp 20.000 dan CRM 22.000.

Harga bawang merah yang jatuh sejak bulan Juli lalu dan saat ini sempat menyentuh harga terendah yaitu Rp 4000 di tingkat petani untuk kualitas super seiring dengan adanya panen raya di Kecamatan Mijen-Demak.

Untuk harga telur ayam di tingkat produsen Rp 23.800 sedangkan harga di tingkat retail Rp 28.000.

Harga ayam di tingkat produsen Rp 18-20 ribu sedangkan harga ayam karkas Rp 30.000. Sampai saat ini harga tersebut juga di jual dengan harga yang sama di Tokoh Tani Indonesia.

Pantauan harga ayam broiler tgl 25 Desember 2017 di info pangan Jakarta bahwa harga tertinggi di pasar Pademangan timur Rp 45.000/ ekor, dengan harga rata rata di beberapa pasar retail Rp 34.500/ekor.

Spudnik menambahkan bahwa Minyak goreng perlahan naik, sementara produksi 35 Juta ton, kebutuhan hanya 4 juta ton. Untuk Beras produksi melimpah, panen setiap hari sehingga stok aman.

Spudnik menyimpulkan bahwa ini sangat ironis karena ketersediaan dan produksi di lapangan cukup tapi malah terjadi kenaikan harga di tingkat konsumen. (gin/dna).

%d blogger menyukai ini: