22 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Rampok Rp 1 M di Villa Kedoya, Penyimpan Pistol Di Duga Dibayar Rp 700 Ribu

Jakarta – Timurmerdeka.com. Kalangan komplotan perampok dan penyekap di sebuah Villa di Kedoya Jakarta Barat, mendapat jarahannya, dengan total nilai sekitar Rp 1 Miliar. Akan tetapi pembagian masing-masing tidak dilakukan secara merata.

“Oman dan Puji yang tugasnya sebagai pengawas saat aksi perampokkan itu, hanya mendapat Rp 5 juta saja. Sedangkan Oman yang telah menyimpan senjata itu, hanya mendapatkan uang sebesar Rp 700 ribu saja,” ujar Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Rulian Sauri kepada kalangan wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, pada Senin (22/1/2018).

Sementara jata pembagian pada Isnen alias Senen, Hajar Aswad aliar Anjar, dan Zeep, yang masih menjadi buron, belum ditemukan hingga saat ini.

“Sisa uang yang masih dibawa pergi mereka itu,” kata Rulian.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejar tiga buron tersebut. Untuk sementara pihak Kepolisian, telah membuat dua sketsa wajah, yakni Senen dan Anjar saja.

“Kami baru dua tersangka yang telah selesai sketsanya. Satu lagi belum dan akan kami selesaikan dalam waktu dekat ini,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu.

Kasus yang sempat menggegerkan tersebut, ini terjadi pada hari Sabtu 3 Desember 2017 lalu. Mereka membawa brankas dan barang yang berharga lain dengan nilai total sebesar Rp 1 Miliar.

Selain oknum-oknum rampok itu membawa brankas, juga mereka menyekap Stefanus dan bayi.
Polisi sudah menangkap Oman dan Puji, sedangkan tiga pelaku lainnya, masih dalam pengejaran dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sebagaimana kasus rampok tersebut, pihak kepolisian Metro menjeratnya dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Anirat). (Gin/jer).

%d blogger menyukai ini: