5 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

5 Fakta 300 Bus Berlabel Transjakarta Terbengkalai, Masih Berfungsi hingga Bantahan Pemprov DKI

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh : David Oliver Purba


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kamis (25/7/2019).

KOMPAS.com – Sebanyak 300 bus berlabel Transjakarta terbengkalai di sebuah lahan kosong di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bus tersebut tampak berdebu, usang, dan berkarat. Tampak ilalang mengelilingi transportasi yang menjadi andalan warga Ibu Kota itu.

Berikut fakta-fakta dari ratusan bus berlebel Transjakarta yang dirangkum Kompas.com:

1. 300 bus terbengkalai


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Sebanyak 300 bus berlebel Transjakarta terbengkalai di sebuah lahan kosong yang berada di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019).

Pantauan Kompas.com di lokasi, ratusan bus tersebut tampak rusak dan berkarat. Di bodi bus yang terbengkalai itu bertuliskan “Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB)” dengan lebel “Transjakarta”. Ada pula yang tertulis “metro mini bus executive”.

Camat Dramaga Adi Henriyana mengatakan, dari informasi yang didapatkan, bus Transjakarta didatangkan ke lahan itu secara bertahap.

“Pada saat itu jumlah bus 104 unit, saat ini sudah mencapai 300 lebih,” ujarnya.

2. Kursi bus masih berplastik, mesin masih berfungsi


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019)

Kompas.com mengamati bus-bus yang berada di lahan seluas 3 hektare itu.

Kondisi cuaca membuat sebagian komponen bus perlahan rusak. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah bus yang berkarat dan cat di bagian bodinya mengelupas.

Meski demikian, tak sedikit pula bus masih layak digunakan seperti bus yang diketahui datang belakangan tepatnya pada bulan puasa 2019.

Saat ditelisik lebih dalam, kursi bus tampak utuh berjejer lengkap dengan bungkus plastiknya. Jika digunakan kembali hanya cukup dibersihkan debunya.

Namun, bus itu tidak sepenuhnya bisa digunakan di jalan karena kemudi sopir juga rusak.

Camat Dramaga Adi Henriyana mengatakan, rata-rata mesin bus masih berfungsi. Namun, bodi bus dalam keadaan rusak.

“Pada saat itu (2018) jumlah bus hanya 104 unit kemudian saat ini sudah mencapai sekitar 300 lebih. Sementara untuk kondisi busnya rata-rata masih ada mesin yang hidup tetapi dalam kondisi bodi rusak,” terangnya.

3. Didatangkan sejak 2018


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Penjaga lahan, Ahmad Abdullah (36) mengatakan, kedatangan ratusan bus Transjakarta yang kini terbengkalai di lahan kosong di Kecamatan Dermaga, dilakukan secara bertahap sejak 2018.

Awalnya hanya puluhan, tapi kini yang datang sebanyak 300 unit.

Namun, Ahmad mengaku tidak tahu alasan bus Transjakarta diparkir di lahan seluas 3 hektare itu.

“Saya cuma hanya jaga (lahan) di sini, yang lebih jelasnya ada di tim kurator bus ini,” ujarnya.

4. Milik perusahaan pailit


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di lahan kosong, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis (25/7/2019)

Camat Dramaga Adi Henriyana mengatakan, awalnya terdapat laporan warga terkait banyaknya jumlah bus berlabel Transjakarta di wilayah Desa Dramaga.

Pihaknya pun lantas melakukan survei ke lokasi agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan warga sekitar.

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung melayangkan surat kepada pemilik terkait keberadaan bus tersebut.

Selang sebulan, surat itu direspons dengan balasan bahwa bus-bus tersebut merupakan aset dari PT Adi Teknik Ecopindo yang berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga dinyatakan sebagai PT yang pailit.

“Jadi balasannya seperti itu akan tetapi ini bukan suatu usaha hanya sebatas penyimpanan aset dari salah satu PT yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs,” ungkapnya.

Adi menyebut, PT tersebut tidak perlu melakukan proses perizinan lantaran pemilik lahan merupakan bagian relasi dari kurator tersebut.

“Surat yang disampaikan kepada kami mereka ini tidak perlu melakukan proses perizinan, hanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang atau aset sebuah perusahaan yang dinyatakan pailit dan kebetulan pemilik lahan ini merupakan relasi dari kurator tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, bus yang berjumlah sekitar 300 di lahan kosong itu masih berperkara di pengadilan dan masih dalam pengawasan kurator.

Hal itu terbukti dengan adanya tulisan yang ditempel di depan kaca bus bertuliskan “Budel Pailit PT. Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) sesuai putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.jkt.pst, tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat”.

5. PT Transjakarta bantah pemilik 300 bus


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

Kepala Humas Transjakarta, Wibowo, memastikan bahwa ratusan bus tidak terpakai di kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor, maupun yang berada Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat bukan milik mereka.

“Itu bukan milik Transjakarta. Bukan TransJakarta, sudah dipastikan. Saya enggak tahu milik siapa yang pasti itu bukan milik Transjakarta,” ujar Bowo saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

%d blogger menyukai ini: