3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Enam Bank Perkreditan Rakyat Ditutup Tahun Ini, Apa Saja

Berita ini diberdayakan untuk viva.co.id

Oleh : Ezra Natalyn, Ridho Permana


© VIVA LPS Media Workshop di Kuningan, Jabar

VIVA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan, tahun 2019 ini terdapat enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang ditutup.

Kepala Divisi Resolusi Bank dari LPS, Sofyan Baihaqi menjelaskan, ditutupnya bank itu akibat adanya berbagai persoalan di antaranya mismanajemen hingga pengelolaan yang tidak hati-hati.

“Rata-rata karena mismanajemen, juga pengelolaannya tidak hati-hati,” kata Sofyan saat Workshop bersama media di Sangkanurip, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu sore 27 Juli 2019.

Sofyan pun menjabarkan enam bank yang ditutup tersebut. Pertama, BPRS Jabal Tsur, Pasuruan (Januari), kedua BPRS Safir Bengkulu (Januari), ketiga BPR Panca Dana, Batu Malang (Februari), keempat BPRS Muamalat Yotefa, Papua (Mei), kelima BPR Legian Denpasar (Juni) dan keenam BPR Efita Dana Sejahtera Depok (Juli).

Sofyan menambahkan, saat ini ada 98 bank yang tengah ditangani oleh LPS. Kewenangan LPS dijelaskan antara lain menjamin simpanan nasabah di bank tersebut dan melakukan likuidasi.

“Jumlah bank yang ditangani LPS sampai saat ini 98 bank. Dari jumlah itu 97 di antaranya BPR, ada Jawa Barat 34 bank, Sumatera Barat 16 bank. Enam di antaranya di Bali. Sementara itu ada satu bank umum yaitu IFI,” kata dia.

%d blogger menyukai ini: