30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Proyek LRT Roboh, Polisi Lakukan Uji Laboratorium Tali Seling Pengangkat Beton

Jakarta – Timurmerdeka.com. Sejumlah Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) telah meneliti sejumlah barang bukti (BB) di lokasi robohnya beton proyek LRT di Pulo Gadung Jakarta Timur tersebut.

“Kami telah ambil bebefrapa barang guna sampel dan untuk memprediksi apakah sebenarnya yang terjadi, hingga robohnya LRT itu”, ujar Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi ketika di temui di lokasi robohnya proyek LRT Jalan Kayu Putih Raya Pulogadung Jakarta Timur, pada Senin (22/1/2018).

Barang bukti (BB) yang akan diuji, salah satunya adalah tali seling pengangkat beton itu. Tali seling itu dilakukan pengujian guna mengetahui standar kelayakannya.

“Iya diteliti standar (kelayakannya), kan ada 5 lubang, sementara di setiap lubang itu, ada 19 tali selingnya. Dari 19 itu yang putus, itu akan dipotong dan diuji kemampuannya, bisa ngangkat berapa ton. Boks girder itu, kan beratnya lebih dari 200 ton”, ubernya.

Menurut Sukadi, tim asal Labfor akan melakukan pengecekkan kembali. Pengecekan untuk pemeriksaan pada lanjutannya.

Beton konstruksi LRT itu roboh, tepatnya pada Pukul 00.10 WIB, Senin (22/1) dan membuat lima orang terluka. Polisi telah memeriksa 4 orang saksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Polisi juga menyebutkan, konstruksi LRT itu roboh, saat dilakukan pemasangan box girder.

Hal ini diharapkan awal dan terakhir kalinya, karena kejadian seperti itu, menimbulkan banyak korban. (Gin/fdn).

%d blogger menyukai ini: