31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Polri soal Hilangnya Honggo: Ada Kemungkinan Gunakan Identitas Lain

Jakarta – Timurmerdeka.com. Kepala Dicisi Humas (Kadiv Humas) Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, dirinya telah berkoordinasi mengenai hilangnya Honggo Wendratmo, tersangka sekaligus buronan kasus korupsi kondensat, dengan Atase Polri di Singapura.

Setyo juga mengatakan kemungkinannya, Honggo kemungkinan menggunakan identitas lain, untuk bersembunyi.
“Kami sudah melakukan kontak dengan Atase Polisi sana, bahwa dia sudah cek tidak ada dokumen yang mendukung, bahwa Honggo ada di Singapura”, kata Setyo dalam keterangan persnya di Mabes Polri  Jl Trunojoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Senin (22/1/2018).

Menurut Setyo, Honggo bisa saja menggunakan identitas lain di negara Singapura. Hal itu disebabkan tak ditemukannya jejak dan perlintasan atas nama Honggo Wendratmo, dari Singapura ke negara lainnya.
“Tetapi kami harus juga cek lagi, tidak tertutup kemungkinan, menggunakan identitas lain. Bisa jadi. Sudah dicek sama Atase Imigrasi kita di sana, informasinya dia sakit, sudah kami cek tidak ditemukan, dokumen dia keluar (dari Singapura) kemana juga nggak ada”, ujar Setyo.

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT TPPI Honggo Wendratmo, hilangnya saat Bareskrim Polri hendak melimpahkan perkara kasus korupsi kondensat itu kepada ke Kejaksaan Agung. Informasi awal, Honggo sedang berobat di Singapura.

Polri telah meminta bantuan Interpol menerbitkan red notice tepatnya pada April 2017 lalu. Hampir setahun berselang upaya itu, belum membuahkan hasil. Upaya aparat Bareskrim dalam menyambangi rumah keluarga Honggo di Pakubuwono Kebayoran Lama Jakarta Selatan, juga masih terbilang nihil. Informasi terkait keberadaan Honggo tak didapat.

Pihak Polri sebelumnya telah menyatakan, jika Honggo belum juga tertangkap pelimpahan tahap II kasus korupsi kondensat itu, akan dilakukan tanpa Honggo atau status Honggo dalam perkara ini in absentia, ujarnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri juga batal melimpahkan barang bukti (BB) dan tersangka perkara korupsi kondensat PT TPPI itu. Polri berkesimpulan sementara, proses pelimpahan BB dan tersangka lengkap.
Hasil pemberkasan Bareskrim, diketahui terdapat tiga tersangka dalam kasus ini, diantaranya Kepala BP Migas Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, serta Dirut PT TPPI Honggo Wendratmo. Saat hendak pelimpahan tahap II, hanya Raden Priyono dan Djoko Harsono yang memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Para tersangka yang telah dijerat dengan Pasal 2, atau Pasal 3, Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001, tentang perubahan atas UU No. 31/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ungkap Setyo mengakhiri keterangan Persnya. (Gin/Ani/Edo).

%d blogger menyukai ini: