25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Honggo TSK Kasus Kondensat Hilang, Polri Kecolongan

Jakarta – Timurmerdeka.com. Mantan Direktur Utama PT TPPI Honggo Wendratmo, hingga berita ini diangkat kepermukaan, belum ditemukan. Padahal polisi hendak melakukan pelimpahan kasus tersebut pada tahap II perkara korupsi kondensat ke Kejaksaan Agung. Polisi tak ingin disebutkan lagi kecolongan terkait hilangnya Honggo itu.

“Kita nggak kecolongan, kita tahu dia ada di Singapura sebagaimana informasinya”, ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri Jl Trunojoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, terkait tidak adanya Honggo di Singapura, polisi dapat mencari jejak perlintasan antar negaranya ke Ditjen Imigrasi. Namun Setyo tak menutup kemungkinan Honggo bepergian antar negara dengan paspor palsu, sehingga sulit dilacaknya.

“Ya kita cek aja ke Imigrasi, dia gunain paspor nomor berapa. Kita tracking aja. Itu seluruh dunia bisa ditracking. (Kemungkinan Ia pakai paspor palsu?). Dan bisa jadi. Djoko Tjandra (tersangka kasus BLBI), itu gunakan juga paspor lain”, sambung Setyo.

Sesuai jejak-jejak pelarian Honggo Wendratmo terus diburu pihak kepolisian. Tersangka kasus korupsi kondesat PT TPPI itu, tidak ditemukan di Singapura dan, dia diduga kabur ke negara lainnya.

Senada dengan itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, juga mengatakan, Senior Liaison Officer (SLO) Polri di Singapura tak dapat menemukan Honggo di negara tersebut.

“Pada saat SLO kami di sana datangin lokasi itu. Namun patut diduga adalah tempat tinggal dan perusahaan TPPI, dan ternyata oleh yang ada di sana, menyatakan tersangka HW (Honggo Wendratmo) tidak ada di sana. Bukan merupakan PT dari TPPI di lokasi it”, ujar Kombes Martinus di Mabes Polri.

“Ya bisa jadi TSK (Honggo pergi ke negara lain) nya”, ujar Martinus.

Martinus juga menerangkan pihak kepolisian, juga sudah mendatangi rumah Honggo di Pakubuwono, Kebayoran Lama Jakarta Selatan, untuk mengumpulkan sejumlah tambahan informasinya. Namun, keluarganya telah mengaku tidak tahu keberadaan Honggo belakangan ini.

“Informasi yang kami dapat, katanya (keluarga) tak mengetahui. Tetapi tentu informasi yang dia mengatakan tak mengetahui yangtelah kami terima. Tentunya akan kami lakukan upaya-upaya yang lebih mendalam lagi”, ujar Martinus.

Martinus menambhakna, Polri sebenarnya telah meminta kepada Interpol guna menerbitkan red notice atas Honggo, dan red notice itu sudah terbit sejak 2017 lalu. Dan perlu diketahui Red notice itu telah terbit, namun tak kunjung membuahkan hasil. Oleh karena itu, kepolisian juga terus mencoba mengupayakan dan menerbitkan DPO atas Honggo pada Senin (21/1) pekan depan.

“(Red notice) sudah ada sejak 2017 lalu. Nanti DPO itu mau kita sebar mulai Senin. Kepada masyarakat yang telah mengetahui, silahkan memberikan informasi kepada kepolisian terdekat. Hari Senin, kita mulai sebarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berisi nama HW”, ungkap Martinus mengakhirinya. (Gin/aud/idh).

%d blogger menyukai ini: