26 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menjelang Adanya Vonis, Demo Palu Arit, Massa Anti Komunis Konvoi

Banyuwangi – Timurmerdeka.com. Sehari menjelang vonis sidang kasus demo berlogo palu arit, Pesanggaran Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, massa Nahdlatul Ulama dan Nasionalis setempat menggelar demo dan konvoi keliling Kota Banyuwangi pada Senin (22/1/2018).

Massa Gerakan Anti Kebangkitan Komunis (GAKK) yang terdiri dari perwakilan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Brigade Bela Bangsa, Forum Peduli Umat Indonesia (FPUI), Forum Suara Blambangan (Forsuba) dan Pemuda Pancasila (PP) tersebut, berpawai di sejumlah titik keramaian di Bumi Blambangan Banyuwangi.

Arak-arakan dengan puluhan kendaraan bermotor itu, dimulai dari posko GAKK di Sekretariat PP Banyuwangi jalan Kiai Agus Salim. Dilanjutkan hingga ke pusat kota Banyuwangi.

Gerakan tersebut, cukup menarik perhatian sejumlah masyarakat pengguna jalan raya. Karena massa yang menenteng atribut masing-masing iru, menyempatkan orasi dititik tertentu. Diantaranya didepan kantor Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi itu.

“Ganyang itu PKI, Ganyang PKI, Ganyang PKI”, teriak Ketua FPUI Kiai Abdul Hanan, disambut pula pekik takbir dari seluruh rombongan tersebut.

Konvoi anti komunis ini disebutkan sengaja digelar GAKK, sebagai bentuk dukungannya pada proses penegakan supremasi hukum kepada Majelis Hakim PN Banyuwangi. Di dalam sidang pembacaan vonis kasus demo berlogo palu arit itu, terdakwa Hari Budiawan alias Budi Pego, pada Selasa besok (23/1/2018).

Sebagai bentuk imbauan kewaspadaan kepada masyarakat Bumi Blambangan, terhadap indikasi kemunculan faham Komunis yang disebut-sebut gaya baru.

Langkah ini dinilai banyak kalangan karena penting dilakukan, mengingat logo yang dikibarkan dalam demo tolak tambang 4 April 2017 silam, mirip lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) yang merupakan sejarah kelam bangsa kita.

“Terkait Partai Komunis Indonesia (PKI), Banyuwangi punya sejarah kelam. Karena pada 18 Oktober 1965 silam, 61 orang kader GP Ansor Banyuwangi, menjadi korban kekejian PKI itu. Mereka di bantai di Cemetuk, Cluring”, ungkap Ketua PP Banyuwangi Eko Suryono kepada sejumlah wartawan.

Arak-arakkan yang mengundang banyak perhatian warga dipusat kota Banyuwangi itu, puluhan massa anti komunis lainnya, juga menggelar konvoi di wilayah Kecamatan Gambiran, Bangorejo dan sekitarnya.

Tepat pada hari Senin malam (22/1/2018), seluruh massa anti komunis akan berkumpul di posko GAKK. Puncaknya, pelaksanaan sidang agenda pembacaan vonis itu. Seluruh massa akan menggelar aksi dukungan terhadap majelis hakim yang akan menyidangkan vonis tersebut.

“Kami akan mendesak majelis hakim agar menjatuhkan vonis sesuai tuntutan Jaksa, yakni 7 (Tujuh) tahun penjara. Karena kami tidak ingin ada lagi orang atau kelompok yang bisa seenaknya, mengibarkan logo mirip lambang PKI di Banyuwangi. Harapan kami, karena musuh negara itu, musuhnya semua rakyat Indonesia”, tegas Ketua Forsuba Abdillah Rafsanjani. (gin/bdi/ivn).

%d blogger menyukai ini: