25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

BK Periksa Suami, Istrinya Yang Dibawa Lari Anggota DPRD Banyuwangi

Banyuwangi – Timurmerdeka.com. Kalangan dan pihak Badan Kehormatan (BK) DPRD Banyuwangi memanggil Didik Anan Pratama (36) warga desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, terkait dugaan kasus membawa istri orang yang dilakukan oleh Ahmad Taufik, anggota DPRD Banyuwangi.

Pemanggilan ini dilakukan merupakan sebagai tindak lanjut BK dalam menyelesaikan permasalahan terkait kasus tersebut.

Sumber yang berhasil dihimpun media ini, Didik hadir bersama dengan kuasa hukumnya, Zainuri Ghozali. Mereka pun membawa sejumlah berkas dan barang bukti (BB), adanya kasus tak beretika tersebut. Mereka diterima oleh Wakil Ketua BK Masrohan, dan didampingi dua anggotanya masing-masing, Ruliyono dan Suparman Edi.

Pemeriksaan yang digelar di ruangan tertutup BK tersebut, berlangsung secara tertutup. Namun pertemuan itu, berlangsung kurang lebih dari satu jam lamanya.

Pasca pertemuan tersebut, Zainuri telah mengatakan, bahwa pemeriksaan itu, dilanjutkan dengan pelaporan secara resmi. Sebelumnya, pihaknya hanya menerbitkan somasi yang dilayangkan terhadap Ahmad Taufik yang ditembuskan ke ketua DPRD, ketua fraksi, dan juga termasuk BK.

“Setelah tenggang waktu tiga hari pascamasa berlakunya somasi itu habis, pada hari Kamis (18/1) lalu, kami tunggu tidak ada jawaban dari Taufik. Berdasarkan dari hasil rapat keluarga kami layangkan aduan secara resmi ke pada BK DPRD”, papar Zainuri kepada sejumlah wartawan, hari Senin (22/1/2018).

Hasil pertemuan itu, tambah Zainuri kliennya, diminta untuk bersabar sampai anggota BK telah melakukan tugasnya, dalam menangani kasus yang melibatkan ketua Komisi 4 tersebut.

“Tak akan tertutup kemungkinan juga digelar mediasi antara kedua belah pihak. Kami akan terus tunggu hasil kerja BK. Karena itu yang ditawarkan kepada kami dan disetujui oleh saudara pelapor,” jelasnya.

Dalam pengakuan Zainuri pihak keluarga menyambut baik penawaran BK. Tetapi dia juga memberi deadline agar penanganan perkara itu, yang dia telah laporkan tidak terlalu lama adanya. Apabila prosesnya terus berlarut-larut, maka pihaknya bakal melaporkan kasus dugaan pelanggaran pidana itu, Polres Banyuwangi.

“Kalau terlalu lama bisa saja saya abaikan pengaduan ini. Hari ini andai kita laporkan ke pihak Polres itu adalah hak kami, selaku kuasa hukum. Namun upaya BK itu kami tetap menghargainya”, ujarnya.

Senada dengan itu, juru Bicara BK Ruliyono kepada sejumlah wartawan berjanji akan segera mengundang Ahmad Taufik, guna mengklarifikasi dugaan pelanggaran etika itu. Jikalau proses klarifikasi telah tuntas, maka otomatis BK bakal menggelar proses mediasi dengan pihak pelapor.

“Kami berharap mudah-mudahan, kasus ini bisa segera selesai, secara musyawarah dan mufakat”, harap anggota DPR dari kalangan Fraksi Golkar itu.

Ruli juga telah menjelaskan, hasil rapat pertamanya bersama Ketua BK, Sugirah dirinya bersama Masrohan yang diutus untuk melakukan klarifikasi pada Ahmad Taufik. Namun sejauh ini, langkah yang dilakukannya bersama Masrohan terkendala kesulitan komunikasi.

“Kita menunggu saja, belum. Kata Masrohan karena TF, sulit dihubungi. Hari ini (setelah melaporkan) kami akan panggil oknum itu secara resmi”, jelas politisi asal Kecamatan Glenmore itu. (gin/iwd/amr).

%d blogger menyukai ini: