4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Hj Masyhura, BKMT akan bangun desa Qur’an di Kabupaten Bombana

Reporter; Amirul N

Editor; Taufiqurrahman

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Rakerwil I BKMT Sultra

Kendari – Hajjah Masyhura, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Tenggara-Badan Kontak Majelis Taklim, usai dilantik (24/07) di hotel Zahra Kendari mengatakan; Periode kedua ini, Kami akan merealisasikan Desa Qur’an (DQ) di Kabupaten Bombana.

Lebih jauh Masyhura menjelaskan; jauh sebelumnya, BKMT sudah memulai program DQ itu dengan Rumah Qur’an (RQ) di rumah salah satu warga Kemaraya, Kota Kendari. RQ itu dapat diumpakan semacam cikal bakal DQ yang secara bertahap akan Kita realisasikan di 17 Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Hj Masyhura, Kami semua konsisten dengan ukhuwah islamiah.

Nampaknya, DQ akan Kita mulai realisasikan di salah satu desa di Kabupaten Bombana tahun 2019 ini. Tidak ada pertimbangan politik dalam hal penetapan pilot proyek DQ di Bombana itu, hanya saja masyarakat di sana – penerimaannya terhadap program ini sudah sangat antusias.

Bukan hanya itu saja, lanjut Masyhura lagi; Kultur dan budaya masyarakat disana sudah sangat familiar. Mungkin karena Saya pernah lama bersosialisasi dengan mereka di saat melaksanakan tugas sebagai Wakil Bupati beberapa waktu lalu.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Hj Masyhura, Wakil Bupati Bombana di masa lalu

Masyhura juga merinci bahwa; di Kota Kendari ini BKMT ada melakukan pendampingan terhadap beberapa orang anak yatim piatu. Kita bisa bayangkan, kehidupan anak usia dini yang tidak ber Bapak dan tidak ber Ibu. Kepada siapakah mereka itu akan berharap dan menyandarkan kehidupan dalam melewati masa kanak-kanak dan remaja hingga dewasa dan menjadi orang baik.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Hj Masyhura dan Ust Zaki dari Pondok moderen Gontor – serius tentang Rumah Qur’an dan Desa Qur’an

Dihadapan Ustazd Zaki dari Pondok Pesantren Gontor kala itu, seraya mengusap genangan air mata kesedihan dipelupuk mata Masyhura menambahkan; sebenarnya urusan anak yatim piatu itu adalah urusan kita semua termasuk pemerintah. Bahkan hal itu adalah perintah yang sangat tegas untuk pemeluk agama Islam, makanya Kami di BKMT terkadang membawa mereka belanja ke Mall dengan maksud memberikan pengayaan, pengalaman dan pengetahuan tentang tata cara belanja dan sistem transaksi moderen.

@ Disediakan oleh www.timurmerdeka.com, Hj Masyhura sedih saat cerita anak yatim piatu

Kami berharap dan berdo’a, semoga saja nantinya mereka mendapatkan manfaat positif dari apa yang telah dan sedang Kami lakukan. Yang pasti, kegiatan itu adalah salah satu pertanda bahwa BKMT secara totalitas mengedepankan Ukhuwah Islamiah. Dengan landasan ukhuwah islamiah, Kami akan merambah dimensi kehidupan sosial lainnya seperti kegiatan ekonomi. Terkini, BKMT sedang menjajal bisnis bidang starup untuk memasarkan hasil produksi rumah tangga dari Sabang sampai Merauke. (****)

%d blogger menyukai ini: