21 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Duterte: Jika Saya Jadi Diktator, Tembak Saya!

Manila – Timurmerdeka.com. Presiden Filipina Rodrigo Duterte, belum lama ini, kembali melontarkan pernyataan kontroversial.  Duterte menginstruksikan para militer dan polisi Filipina, untuk menembak dirinya jika dia menjadi diktator di masa mendatang.

Seperti yang telah dilansir media Reuters, pada hari Senin (22/1/2018) itu, pernyataan ini disampaikan Duterte secara resmi, dalam upaya menangkal spekulasi yang menyebut dirinya memerintahkan para loyalis di Kongres untuk mengubah Konstitusi Filipina.

Dalam keterangan Pers Duterte dilaporkan, ingin memperkenalkan sistem federal yang akan membuat Duterte menjabat lebih lama. Masa jabatannya untuk periode pertama akan berakhir tahun 2022. Dan jika sistem federal diberlakukan di Filipina, maka Duterte masih bisa menjabat setelah tahun 2022 yang akan datang.

“Jikalau saya tetap tinggal melebihi masanya, dan ingin menjadi seorang diktator, tembak saya, saya tidak bercanda”, tegas Duterte di hadapan seluruh tentara Filipina dalam kunjungannya ke pangkalan militer setempat.

Lebih lanjut Duterte menyerukan, agar seluruh pasukan keamanan Filipina, tak membiarkan siapa saja untuk mengacak-acak Konstitusinya.

“Menjadi tugas Anda semua, untuk melindungi konstitusi dan melindungi rakyat Philipina. Ingat…, ini adalah tugas yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh”, ucapnya tegas.

Duterte kembali mempromosikan federalisme untuk menghapuskan ketidaksetaraan, dan memberdayakan Provinsi-Provinsi lokal, serta mengakui keberagaman di Filipina itu.

Reformasi konstitusional itu, telah menjadi isu yang sensitif dan terbilang rawan memecah-belah di Filipina.

Kemudian untuk kalangan pengkritik menuding para anggota kongres yang ingin mereformasi konstitusi, itu sengaja ingin memperpanjang masa jabatan mereka.

Mengenai wacana reformasi di konstitusi itu, juga dituding sebagai upaya para loyalis untuk membuat Duterte bisa berkuasa melebihi masa jabatannya. Kelompok dikalangan oposisi Philipinan memperingatkan bahwa reformasi konstitusi, bisa memicu terulangnya rezim diktator Ferdinand Marcos.

Hal yang telah dilontarkan Duterte itu, terlebih diketahui, sangat mengagumi Marcos. Karena didalam pernyataan secara terpisah, juru bicara Duterte Harry Roque, telah menegaskan Presiden Filipina yang kontroversial itu, tak ada keinginan untuk menjabat lebih lama dari masa jabatannya saat ini. Malahan Duterte telah disebut ingin segera pensiun dini. (gin/nvc/imk).

%d blogger menyukai ini: