27 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pasca Perang ISIS, Inikah Gaya Melania Trump untuk Dukung Filipina?

Washington D.C. – Timurmerdeka.com. Istri kesayangan Donald Trump, Melania Trump berhasil mencuri perhatian di Ford’s Theatre Gala dengan gaun rancangan desainer asal Filipina. Melania muncul di tengah bayang-bayang perang melawan ISIS di Marawi, Filipina.
Adalah Monique Lhuillier, desainer asal Filipina yang merancang gaun Melania untuk hajatan yang digelar di Washington D.C AS, Minggu (4/6/2017), tersebut. Lahir di Cebu, Filipina, Monique yang saat ini berbasis di Los Angeles AS, telah menjadi langganan sejumlah nama besar di dunia hiburan, fashion, dan politik AS.

Berbahan sutra dengan potongan draperi yang menjuntai anggun seperti kaftan, gaun tampak sangat sesuai dengan karakter gaya elegan sang first lady Amerika itu.

Melania lalu menyempurnakan gayanya dengan sepasang pointed heels Manolo Blahnik berwarna senada. Dikutip dari Yahoo Style, gaun tersebut dibanderol seharga US$ 2.595 atau sekitar Rp 34,5 jutaan.

Pilihan Melania dalam memilih karya Monique itu, tercatat cukup unik mengingat sejak menjabat sebagai ibu negara, eks model asal Slovenia itu, lebih sering mengenakan rancangan desainer AS dan Italia, seperti Ralph Lauren, Michael Kors, dan Dolce & Gabbana.

Di saat yang bersamaan juga, sorotan dunia sedang tertuju pada Filipina menyusul pendudukan militan Maute yang prokelompok ISIS di Marawi, Filipina Selatan. Presiden Rodrigo Duterte telah mengerahkan pasukan untuk merebut kembali daerah-daerah tempt pendudukan Maute tersebut.

Pemerintah lokal Filipina telah menyatakan, sekitar 2 ribu warga telah terjebak di wilayah-wilayah yang dikuasai militan Maute, dimana kelompok Maute telah mengibarkan bendera-bendera ISIS di kota Marawi tersebut.

Presiden Duterte sendiri, telah memberlakukan hukum darurat militer di seluruh wilayah Mindanao sebagai respons atas krisis kemanusian di Marawi.  Krisis Marawi disebutnya sebagai awal operasi besar ISIS, karena disinyalir telah membentuk basisnya di Filipina.

Sebagaimana hari informasi sejumlah media Filipina, dua pekan lalu beredar transkrip percakapan antara Duterte dan Trump, melalui sambungan telepon. Perbincangan seputar masalah keamanan dunia itu diakhiri dengan undangan kedua kepala negara untuk saling berkunjung.

Hal demikian menunjukkan gambaran hubungan diplomatik kedua negara yang cukup akrab dan terkendali.

Karena itu, bukan tidak mungkin, jika penampilan Melania itu, adalah merupakan salah satu bentuk dukungan AS pada negara Filipina yang sedang melalui masa-masa krisis perang dengan kelompok Maute di Filipinan Selatan. (gin/dtg/reuter).

%d blogger menyukai ini: