19 September 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

PKB: Usul Amien Rais Bagi Kekuasaan 55-45% Tak Rasional

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Ochi Amanaturrosyidah

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menilai perlu adanya pembagian kekuasaan setelah adanya rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi. Amien mengusulkan apabila Jokowi setuju dengan gagasan Prabowo terkait dengan pembangunan Indonesia, maka harus ada pembagian kekuasaan sebesar 55-45 persen.

Menanggapi hal itu, Dewan Syura DPP PKB Maman Imanulhaq, menganggap pernyataan Amien itu tidak rasional. Sebab, rekonsiliasi bukan soal bagi-bagi kekuasaan.

Menurut dia, rekonsiliasi harus lebih ditekankan pada gagasan meningkatkan nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai persatuan yang hampir retak pasca Pilpres 2019.

“Pendapat Amien Rais itu sangat tidak rasional, karena sesungguhnya sistem demokrasi kita itu adalah siapapun yang menang itu harus dihormati dan dihargai dan seluruh kewenangannya itu mutlak diberikan kepada pemenang,” kata Maman, Minggu (21/7).

“Usul yang sangat tidak rasional dan mencederai hakikat demokrasi itu sendiri,” ujar politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, Direktur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf ini menilai harusnya setelah rekonsiliasi, Jokowi dan Prabowo sepakat untuk bersatu membangun Indonesia dengan peran masing-masing. Bahkan, Maman menilai partai pengusung paslon 02 yaitu PAN, Demokrat, Gerindra, PKS dan Berkarya lebih baik tetap berada di oposisi.

“Menguatkan posisi masing-masing, Jokowi di pemerintahan, kita berharap 02 di oposisi sebagai penyeimbang pemerintah,” kata Maman.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais (kedua kanan). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Selain itu, Maman berharap tokoh politik dapat memberikan masukan yang baik untuk bangsa, bukan memperkeruh suasana politik dengan meminta jatah kekuasaan.

“Kita berharap tokoh-tokoh senior seperti Pak Amien Rais lebih konstruktif memberikan masukan soal demokrasi soal Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Amien menyebut apabila gagasan Prabowo dalam pembangunan Indonesia disepakati Jokowi, maka langkah selanjutnya adalah pembagian kekuasaan yang menguntungkan. Namun, apabila hal itu tak tercapai, maka Amien meminta Prabowo untuk kembali menjadi oposisi saja.

“Kalau itu (platform Prabowo) disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45 (kekuasaan) itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim ini balik kanan sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin. Kalau mungkin alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan. Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar, oposisi,” kata Amien di sebuah acara di Gedung Dakwah, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7).


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network
%d blogger menyukai ini: