16 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Isu Rizieq Susah Pulang, Ini Tanggapan JK

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : Mohammad Adam


© Mohammad Adam JK mengharapkan masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu yang menuding pemerintah sengaja mempersulit Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Jakarta: Isu mengenai Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang susah pulang ke Tanah Air menjadi polemik di tengah masyarakat dan menyita perhatian sejumlah tokoh. Salah satunya, Jusuf Kalla.

Wakil Presiden yang akrab disapa JK ini meminta semua pihak untuk memahami permasalahan tersebut secara jernih.

“Ini harus diselesaikan dengan baik. Karena Habib Rizieq itu dia pergi mungkin menghindari tuntutan hukum yang dianggap banyak pihak sebagai kasus yang berlebihan,” ujar JK dalam percakapan dengan Medcom.id saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.

Rizieq sempat terseret kasus pornografi pada awal tahun 2017. Kepolisian menetapkan Rizieq sebagai tersangka pada Mei 2017 karena kasus percakapan asusila dengan Firza Husein melalui aplikasi di ponsel. Polisi mengusut masalah yang meresahkan ini berdasarkan dugaan pelanggaran terhadap UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Rizieq juga menjadi buronan setelah polisi menetapkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), untuk diminta keterangan guna melengkapi berkas penyidikan Firza Husein yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi belum sempat memeriksa Rizieq dalam kasus ini karena yang bersangkutan selalu mangkir dari jadwal pemeriksaan. Upaya penjemputan paksa pun nihil lantaran Rizieq telah lebih dulu terbang ke Arab Saudi untuk menjalankan umrah dan tidak pernah kembali lagi setelah itu.

Saat ini kepolisian masih menunggu kepulangan Rizieq. Kasus yang sudah bergulir selama kurang lebih satu tahun ini akan mendapat perkembangan setelah Rizieq kembali.

Menurut JK, kasus yang menjerat Rizieq ini sebaiknya diperjelas duduk perkaranya. Terutama mengenai pelaku yang menyebarkan percakapan berkonten pornografi tersebut ke publik melalui jagat maya, yang juga punya konsekuensi mendapat hukuman sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Siapa yang mengedarkan itu? Kalau dalam UU ITE kan yang mestinya dihukum yang mengedarkan dan yang membuat. Saya yakin bukan dia (Rizieq) yang mengedarkan. Siapa yang mengedarkan?” kata JK

JK membantah isu yang berkembang di kalangan masyarakat, Rizieq tidak kunjung pulang ke Tanah Air lantaran dipersulit oleh pemerintah.

“Tidak ada warga negara Indonesia yang dicekal pulang, yang ada dicekal pergi kalau ada perkara,” kata

JK mengharapkan masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu yang menuding pemerintah sengaja mempersulit Rizieq untuk pulang ke Indonesia, setelah lebih dari dua tahun terakhir ini minggat ke Arab Saudi.

“Tidak betul. Saya belum pernah dengar ada orang Indonesia dilarang pulang,” kata JK.

%d blogger menyukai ini: