4 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menu Ditulis Tangan dari Kru Garuda Harusnya Tak Sampai Ke Penumpang

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Kelik Wahyu Nugroho

Influencer Rius Vernandes berseteru dengan pihak karyawan Garuda Indonesia hanya karena mengunggah tulisan tangan menu makanan dari kru kabin. Pengamat Penerbangan, Gerry Soejatman, menduga ada masalah yang tak beres ketika kru kabin memberikan memo/catatan menu ini.

Gerry lantas mempertanyakan bagaimana catatan menu itu bisa sampai ke tangan penumpang. Padahal seharusnya, catatan itu tak boleh sampai ke tangan penumpang. Sebab, maskapai sudah memiliki buku menu makanan yang tercetak di setiap penerbangannya.

“Itu memang sangat disayangkan kenapa kok memo (menu makanan) internal bisa keluar (diberikan/disampaikan ke penumpang)? kalau bisa keluar kan ini Garuda punya masalah lain,” jelas Gerry saat dihubungi, Rabu (17/7) malam.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Pakar Penerbangan, Gerry Soejatman, menjawab pertanyaan saat diwawancarai oleh kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Gerry menduga hal ini terjadi karena pihak manajemen Garuda Indonesia dan kru kabin tak kompak. Ia pun mendesak agar masalah ini bisa segera teratasi.

“Berarti ada masalah kekompakan di kerja mereka, kalau di dalam baik semuanya, apa-apa enggak keluar (masalah). Ini berarti ada masalah lain, tapi saya juga enggak mau ikut campur, tapi karena ini keluar ada yang janggal ya harus diberesi,” terangnya.

Gerry menjelaskan pihak Garuda Indonesia memang telah menyiapkan buku menu makanan dalam seluruh kelas penerbangannya. Namun menurutnya, buku menu makanan itu belum dicetak di penerbangan Rius rute Sydney-Denpasar, sehingga kabin kru terpaksa mengeluarkan catatan menu itu.

“Waktu itu dari humas Garuda bilang yakin sudah ada menunya berarti itu (menu yang ditulis tangan) catatan pribadi si krunya, tetapi setelah melihat dari videonya (yang diunggah Rius) tidak ada (buku) menunya, dan yang ditulis itu yang diberikan dalam penumpang,” terangnya.


Pesawat Garuda Indonesia di bandara Foto: Reuters© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Pesawat Garuda Indonesia di bandara Foto: Reuters

Menurut Gerry, Rius juga telah menjelaskan bahwa kabin kru berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Justru, Gerry khawatir si kabin kru yang memberikan catatan menu itu menjadi kambing hitam dalam kasus ini.

“Kalau dilihat si influencer (Rius) bilang ini inisiatif dari si krunya, justru khawatir krunya dapat sanksi apa-apa, padahal krunya membela perusahaan, melakukan hal yang baik kok, jangan sampai krunya kena sanksi,” terangnya.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Rius Vernandes. Foto: Instagram @rius.vernandes

Gerry berharap kasus ini dapat disikapi secara bijak oleh kedua pihak. Ia meminta kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas. Sebab, dalam mengunggah foto ataupun video dalam pesawat harus mempertimbangkan kewajaran dan privasi orang lain.

“Kita harus menghargai privasi orang lain, saya juga membuat video di pesawat tapi saat cabin crew-nya membimbing saya, saya sangat berusaha untuk tidak membuat video (yang menampilkan) muka si cabin crew, kecuali mereka bilang ‘yuk saya mau ikut atau saya bantu untuk videonya’ dan penumpang lainnya juga saya hindari,” terang Gerry.

“Jadi itu juga aspek kewajaran, kalau dibuat peraturan susah sekali dan gampang sekali disalahgunakan,” pungkasnya.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Kolase instastory Rius Vernandes terkait catatan menu makanan Garuda Indonesia yang ditulis tangan Foto: Instagram/@rius.vernandes

Rius bersama tunangannya, Monica, dilaporkan dengan dugaan melanggar UU ITE dan pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik. Sejatinya Rius dan Monica diperiksa Rabu (17/7), pukul 10.00 WIB. Namun keduanya tak menghadiri panggilan itu dan meminta penjadwalan ulang pada Selasa (23/7).


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

Berdasarkan unggahan Rius, awak kabin menjelaskan pemberian catatan menu makanan yang ditulis tangan itu karena buku menu masih dalam proses percetakan.

Dalam akun Twitter resminya, Garuda sudah menjelaskan tulisan tangan itu bukanlah kartu menu untuk penumpang. Tetapi, catatan pribadi awak kabin saat tengah bertugas yang sebaiknya tidak disebarluaskan.

%d blogger menyukai ini: