23 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Mengamati Pelantik 4 Pejabat Negara Di Istana, “Last Minute” Pemenuhan Elektoral 2019

Pelantikan 4 pejabat negara itu belum lama ini, di istana presiden, banyak pihak menilai “Last Minute”. Pasalnya. Pelantikkan itu, didugaan syarat dengan nuansa politik Pilpres 2019 mendatang.

Bagaimana kisahnya.Berikut amatan Tim Timurmerdeka.com.

Laporan : Gino Samsudin Mirsab.

Bukan saja Pilkada yang “Last Minute”, melainkan juga pelantikkan 4 pejabat negara. Hal ini dimaksudkan pengganti kekosongan di kabinet Jokowi. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indo Barometer dan analisis politik Indonesia, Dr Muhammad Qodari S.Psi MA, kepada pers di Jakarta Kamis (18/1/2018) lalu.

Menurutnya, 4 pejabat yang di lantik itu, bertujuan bukan saja pemenuhan kekosongan di kabinet, melain juga ada nuansa konsilidasi dan elektoral politik. Dugaan banyak pihak itu, bukannya tidak beralasan, karena rival terbesar Jokowi di Pilpres 2019 itu, berlatar belakang militer yakni  “Prabowo”.

“Saya prediksi 4 pejabat ini, merupakan langkah politik Jokowi “Last Minute”, dan bukan saja pilkada yang last minute, melainkan juga pemenuhan elektoral”, tuturnya.

Dikatakan Qodari pelantikkan itu, masing-masing; Idrus Marhan (Golkar), Watimpres Agum Gumelar (Militer), Muldoko (Kepala Staf Kepresidenan), dan Marsekal Madya Yuyu Sutisna (Kepala Staf Angkatan Udara).

Alumnus Doktoral Ilmu Politik UGM itu, juga menjelaskan, Idrus Marhan merupakan senioritas di tubuh Golkar menggantikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, pergantian itu bernuasa pada Pilpres 2019, Jokowi menggandeng Golkar.

Sementara Agum Gumelar yang menggantikan (Watimpres) menggantikan Almarhum KH Hasyim Muzadi, dan Muldoko menggantikan Teten Masduki (Kepala Sekretariat Kepresiden) dan Marsekal Madya Yuyu Sutisna, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menyinggung senioritas di kubu militer, meskipun Agum Gumelar, dan Muldoko, sudah pensiun, kedua figur senior militer itu, merupakan langka konkrit menselaraskan para senior politik ditanah air, karena senior politik masih mengandalkan senior di militer.

Menariknya 3 pejabat Negara yang dilantik;  Agum Gumelar, Muldoko, dan Marsekal Madya Yuyu Sutisna, ketiga berasal dari Jawa Barat, kecuali Idrus Marhan asal Sulawesi Selatan.

“Afiliasi 4 pejabat baru itu, mayoritas asal Jawa Barat. Dalam kajian politik, wajib pilih di Jabar jumlah sama dengan kekuatan wajib pilih di 9 provinsi di luar Pulau Jawa”, tukasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Johan Budi, menyebutkan, apa yang disebutkan pengamat itu, tidak semuanya benar. Artinya, 4 pejabat melalui penyaringan cukup dan telah diamati dipelajari Presiden Jokowi. Bukankah mengangkat pejabat negara itu, hak preoregatif Presiden…?.

“Keempat orang pejabat itu, melalui penyaringan waktunya cukup lama diamati dan dipelajari Presiden. Bukankah hal itu merupakan hak preoregatif Presiden”, ungkapnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: