31 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Meneropong Kinerja KPUD Baubau, Wajip Pilih di Kota Baubau, Akan Coblos 2 Kali

Tugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belakang ini super sibuk. Pasalnya. Selain melakukan tugas rutinnya sebagai penyelenggara Pilkada Wali Kota Baubau, juga harus bersosialisasi kepada masyarakat.

Bagaimana kisahnya.

Laporan : Nur Afni Talo-Talo.

Bakal Calon (Balon) Wali Kota Baubau Provinsi Sultra Periode 2018-2023, yang telah mendaftar di KPUD jumlahnya 6 Pasang.  4 (empat) pasang dari utusan partai politik dan 2 pasang jalur Independen. Demikian dikatakan Komisioner KPUD Baubau Edi Sabara SP, ketika ditemui diruang kerjanya di Baubau Kamis (18/1/2018).

Pilkada Kota Baubau 2018, pihak KPUD bukan saja menyiapkan kartu coblos untuk Pemilihan Wali Kota Baubau saja, melainkan juga menyiapkan Pilkada Gubernur Sultra. Sehingga wajib pilih, harus mencoblos 2 kali. Coblos pertama Wali Kota, dan kedua coblos Gubernur.

“Wajib pilih di kota Baubau, 2 kali coblos. Coblos pertama Wali kota Baubau, dan Coblos kedua adalah coblos gubernur Sultra”, tuturnya.

Edi Sabara sebagai kepala Divisi Hukum KPUD Baubau daalam keterangan persnya menyebutkan, 12 Januari lalu, ada 6 pasangan balon wali kota baubau yang mendaftar. Kemudian tahapan kampanye, 17 Febrhuari dan berakhir Rabu 23 Juni 2018.

“Tahapan-tahapan hingga memasuki kampanye, semuanya itu, sesuai dengan sqedule KPUD kota Baubau”, tukasnya.

Edi Sabara mengungkapnya 6 pasang tersebut masing-masing: As Tamrin-Monianse, kendaraan politiknya PAN, PDI-P, Nasdem, dan Golkar, Waode Ma’Asra-Ihsan (PBB dan Gerindra), Roslina-Yasin (Hanura, PKB), dan Yusran-Ahmad (PPP, dan Demokrat). Sementara 2 pasang lainnya gunakan jalur Independen (Non Partisan) yakni; Irbrahim-Ilyas, dan Nursalam-Nurmadani.

“Yang resmi daftar Balon Wali Kota Baubau, 6 pasang. 4 pasang dari utusan paratai politik, dan 2 pasang dari jalur non partisan atau independen”, katanya.

Menyinggung jumlah wajib pilih Sementara (WPS) di Baubau, Ia mengatakan, WPS Baubau berjumlah 105.000 orang. Namun jumlah itu, bisa bertambah ataupun kurang. Data itu, akan divalidasi secara pasti oleh 5 komisioner dan hasil itu diplenokan di KPUD Baubau.

“Jumlah Waji Pilih Sementara (WPS) di Baubau, berjumlah 105.000 orang. Namun jumlah tersebut, bisa jadi akan bertambah, demikian pula sebaliknya”, tukasnya.

Ketika ditanya jumlah TPS di Kota Baubau, Ia menyebutkan TPS jumlahnya sebesar 254 TPS, dan PPK berjumlah 8, dan masing-masing PPK itu, total anggotanya berjumlah 5 orang, jadi total keseluruh 40 orang.

“Jumlah TPS di Baubau 254 jumlahnya, sedangkan PPK berjumlah 8, dan tersebar di 8 Kecamatan  se- Kota baubau”, ujar Edi Sabara.

Dalam sosialisasi tambah Edi, bagi masyarakat dapat mengecek namanya di kantor Kelurahan, apakah sudah terdaftar atau belum. Namun kalau belum terdaftar hendaknya dapat melaporkan pada Kelurahan setempat.

“Kami himbau masyarakat, agar mengecek nama bilamana tak terdaftar segera laporkan pada petugas dimasing-masing kelurahan”, ujarnya.

Alumnus perguruan tinggi ternama di Sultra itu, mengingatkan bagi masyarakat yang pindah kedaerah lain, ataupun masuk ke Baubau, untuk laporkan di Kelurahan. Harapannya melalui dukungan masyarakat tercipta suksesnya Pilkada baubau dan Pilgub Sultra.

Menyinggung ketetapan pencoblosan Wali Kota dan Gubernur, sesuai jadwal dilaksanakan Rabu 27 Juni 2018. Jangan lupa waktu coblos dimulai Pukul 08.00 hingga 13.00 WITA siang hari.

“Sesuai penetapan pleno KPUD coblos itu bersamaan, Coblos Wali Kota Baubau dan Coblos Gubernur Sultra”, ungkap Edi Sabara mengakhiri komentarnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: