3 Desember 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Cadangan Emas Indonesia Akan Habis 28 Tahun Lagi, Timah Sisa 21 Tahun

Berita ini diberdayakan untuk kumparan.com

Oleh : Angga Sukmawijaya

Indonesia memiliki banyak sumber daya mineral dan batu bara yang tersimpan di bumi, mulai dari batu bara, emas, bauksit, hingga perak. Sumber daya alam tersebut secara masif digali dan diproduksi, suatu saat akan habis. Ada yang masih tersimpan sangat banyak, ada yang sudah hampir habis.

Dalam paparan di Komisi VII DPR, Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, mengatakan hingga Desember 2018 Indonesia masih memiliki cadangan beberapa komoditas mineral hingga ribuan tahun lagi. Tapi ada juga yang hanya tersisa hingga 21 tahun ke depan.

Pertama, komoditas tembaga memiliki cadangannya sebesar 2,76 miliar ton. Sementara, produksi per tahun pada tahun 2018 sebesar 70 juta ton untuk bijih dan 3 juta ton konsentrat.

Umur cadangan berdasarkan produksi bijih sampai 39 tahun. Sementara, total bijih tembaga dapat diolah di dalam negeri pada tahun 2019 sebesar 2,4 juta ton. Dari 2,4 juta ton bijih tersebut, dapat dihasilkan 300 ribu katoda tembaga. Jumlah kebutuhan katoda di dalam negeri hanya 218 ribu ton, sehingga produksi masih surplus.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network

“Katoda kebutuhan dalam negeri berdasarkan RIPIN yang dikeluarkan Perindustrian 2 juta ton, katoda tembaga masih kurang. Riilnya 218 ribu kebutuhan sekarang, 2 juta rencana, dengan kondisi riil 218 ribu kita masih positif 69 ribu,” katanya dia di Gedung Komisi VII, DPR RI, Jakarta, Senin (8/7l.

Sementara untuk cadangan emas sekitar 1.132 Au dengan umur cadangan tinggal 28 tahun lagi. Cadangan komoditas nikel 3,57 miliar ton dengan produksi tambang per tahun 17 juta ton bijih. Umur cadangan berdasarkan produksi bijih 184 tahun.


© Disediakan oleh PT. Dynamo Media Network Suasana tambang emas Freeport Foto: REUTERS/Muhammad Adimaja/Antara Foto

Ada juga cadangan besi 3 miliar ton dengan produksi bijih besi dan pasir besi 3,9 juta ton per tahun dan konsentrat besi 3,1 juta on. Umur cadangan berdasarkan produksi bijih 769 tahun. Kapasitas output untuk bijih besi 1,3 juta ton dan pasir besi 65,6 ribu ton.

“Besi ada 3 miliar, dan ini masih umurnya panjang karena smelter besi banyak yang kurang. Kalau dilihat kebutuhan dan tersedianya besi riil itu 7 juta, sehingga kita minus, kurang dari kebutuhannya,” tutur Bambang.

Sementara Timah menduduki urutan buncit. Cadangannya sekitar 1,5 juta ton Sn dengan umur cadangan 21 tahun lagi.

Berikut rincian data cadangan tambang RI:

1. TembagaCadangan 2,76 miliar ton

Umur cadangan 39 tahun

2. NikelCadangan 3,57 miliar ton

Umur cadangan 184 tahun

3. Besi Cadangan 3 miliar ton

Umur cadangan 769 tahun

4. BauksitCadangan 2,4 miliar ton

Umur cadangan 422 tahun

5. EmasCadangan 1.132 Au

Umur cadangan 28 tahun

6. PerakCadangan 171.499 ton Ag

Umur cadangan 1.143 tahun

7. TimahCadangan 1,5 juta ton Sn

Umur cadangan 21 tahun.

%d blogger menyukai ini: