12 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Ali Ngabalin Angkat Bicara

Berita ini diberdayakan untuk tribunnews.com


Akun YouTube Talkshow tvOne, Reaksi Ali Ngabalin saat diminta komentari foto-foto tokoh

SERAMBINEWS.COM – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara terkait wacana rekonsiliasi bisa dilakukan jika pemerintah memulangkan Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Diketahui bahwa syarat tersebut disampaikan oleh juru bicara Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter pribadinya.

Melalui acara ‘Primetime News’ di Metro TV, Ali Ngabalin menyatakan bahwa rekonsiliasi antar kedua calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto memang perlu dilakukan, Sabtu (6/7/2019).

Namun demikian, ia menegaskan jika rekonsiliasi tidak bisa dibarter dengan kepentingan penegakkan hukum.

Sebab menurutnya, hal itu bisa mempengaruhi kewibawaan pemerintah.

“Rekonsiliasi itu terkait dengan kepentingan bangsa dan negara,” ujar Ali Ngabalin, seperti dikutip TribunWow.com, Minggu (7/7/2019).

“Rekonsiliasi itu penting, penting untuk bangsa dan negara, penting untuk konsentrasi pemerintah.”

“Tapi rekonsiliasi tidak dibarter dengan kepentingan-kepentingan penegakkan hukum yang bisa merongrong kewibawaan pemerintah dan penegakkan hukum di tanah air,” sambungnya.

Terkait itu, Ali Ngabalin menegaskan bahwa ‘pintu’ ditutup jika rekonsiliasi dilakukan hanya sebagai barter hukum.

Bahkan dirinya menjamin jika presiden tak akan melakukan barter tersebut.

“Pasti ditutup itu, tidak mungkin presiden akan melakukan itu,” tegas Ali Ngabalin.

“Saya memberikan jaminan bahwa tidak mungkin presiden melakukan rekonsiliasi itu dengan menabrak upaya-upaya penegakkan hukum.”

“Presiden tidak akan mengintervensi langkah-langkah yang dilakukan penegakkan hukum.”

“Itu saya berikan jaminan,” tandasnya.

Baca: Ternyata Ini Sebab Thoriq Pendaki yang Hilang di Gunung Piramid Meninggal, Bukan karena Terpeleset

Simak videonya dari menit 2.24

Sementara itu, Kepala Staf Kepresiden, Moeldoko juga angkat bicara terkait syarat rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo harus memulangkan Habib Rizieq, seperti dikutip dari Kompas.com.

“Saya takut terjebak rekonsiliasi hanya memikirkan negosiasi, memikirkan kepentingan kelompok tertentu,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (5/7/2019).

“Bahwa masyarakat Indonesia sekarang ini sudah happy dengan situasi yang ada.”

“Jangan lagi justru istilah istilah rekonsiliasi malah mengganggu apa yang telah terjadi di lapangan sekarang ini,” sambungnya.

Ia mempertanyakan bagaimana bisa memulangkan Habib Rizieq menjadi syarat terciptanya rekonsiliasi kedua capres.

Lebih lanjut, Moeldoko menegaskan jika wacana rekonsiliasi sudah bukan menjadi prioritas agenda Calon Presiden tepilih, Jokowi.

“Masalah rekonsiliasi dari pihak sebelah minta agar pendukung Prabowo yang ditahan termasuk habib Rizieq itu minta dipulangkan, nah bagaimana?” kata Moeldoko.

“Kemungkinan jadwal bertemunya kapan itu kan berkaitan dengan waktu saja.”

“Tetapi kalau semua sudah berjalan normal, saya pikir bukan menjadi sebuah agenda yang prioritas,” tutupnya.

(TribunWow.com/Atri Wahyu Mukti)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pulangkan Habieb Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Ali Ngabalin: Tak Mungkin Presiden Lakukan Itu

Penulis: Atri Wahyu Mukti

Editor: Lailatun Niqmah

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, Ali Ngabalin Angkat Bicara, https://aceh.tribunnews.com/2019/07/07/pulangkan-habib-rizieq-jadi-syarat-rekonsiliasi-ali-ngabalin-angkat-bicara?page=all.

Editor: Amirullah

%d blogger menyukai ini: