25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Sultra Motivasi Koperasi, Kembangkan Usaha Kreatif

Kendari-Timurmerdeka.com. Keseriusan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam memberikan motivasi kepada semua unit usaha koperasi di daerah itu, agar bisa lebih mengembangkan usaha di bidang ekonomi kreatif kemasyarakatan.

“Saya menekankan semua staf, bahwa salah satu upaya yang kami jalankan adalah, melakukan penilaian terhadap sejumlah koperasi berprestasi. Upaya ini sebagai landasan dalam memberikan motivasipada seluruh pengurus koperasi agar semangat dan berkarya”, kata kepala dinas Koperasi UMKM Sultra, La Ode Andi Pili, di kendari belum lama ini.

Ia mengatakan, koperasi yang telah berprestasi, tentu saja akan diberikan bantuan pengembangan usahanya, tidak hanya dari dana APBN, melainkan juga bisa diberikan dari APBD Sultra, namun programnya tentu saja pada program yang berbeda pula.

“Saya minta, agar pelaku koperasi terdorong untuk terus berkarya menghasilkan produk usaha-usaha yang berkualitas dan dibutuhkan oleh pasar lokal”, katanya.

Sedangkan bagi koperasi yang kurang aktif kata dia, akan diberikan batas waktu, dalam melakukan pembenahan internal kepengurusannya. Jika tidak diindahkan, maka akan dicabut izin koperasi tersebut.

Disebutkannya beberapa aspek yang akan menjadi indikator dalam penilaian koperasi di wilayah Sultra ini, dintaranya aspek organisasi, aspek tata laksana, dan terutama managemen keuangannya.

“Kemudian aspek produktivitas, aspek manfaat dan dampaknya, aspek daya saing dengan kategori koperasi usaha simpan pinjam, produsen, jasa dan fungsional”, katanya.

Disebutkan, berdasarkan penilaian tersebut, dari 3.794 unit koperasi di wilayah sultra, hanya 2.697 unit koperasi yang masih aktif, sedangkan 1.097 unit koperasi dinilai kurang aktif, atau mengarah kepailit.

“Saya menyebutkan, Koperasi sebelumnya berjumlah 3.794, namun yang masih aktif tersisa tinggal 2.697 unit saja. Sementara yang pailit jumlahnya 1.097 unit”, ungkapnya Andi Pili mengakhiri komentarnya.

Mengamati banyaknya Koperasi yang telah pailit di wilayah Sultra itu, sejumlah pihak sangat menyayangkan. Pasalnya. Koperasi yang merupakan andalan pemerintah sebagai soko guru ekonomi kemasyarakat, lambat laun menunjukkan aktivitas menjadi merosot. Karena itu, semua pihak mengharapkan adanya solusi guna memecahkan kebutuhan itu. (Gin/Ant).

%d blogger menyukai ini: