30 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Obat Palsu Jadi Laku Karena Murah  

Jakarta-Timurmerdeka.com. Keprihatinan anggota komisi IX DPR-RI, Siti Marsifah tentang maraknya obat-obatan palsu dan semakin diminati masyarakat karena harganya yang lebih murah dari obat asli dan pola distribusinya bermacam-macam, terutama menggunakan jaringan (daring).

“Bagaimana obat-obatan palsu ini semakin merajalelah di pasaran…?. Selain harganya murah, juga kita tahu selama ini, obat legal dijual harganya relative mahal, karena bahan-bahan yang digunakan obat itu, masih impor dari luar negeri”, kata Siti diacara seminar Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) di jakarta belum lama ini.

Menurutnya penelitian BPOM, dia mengatakan, Jakarta menjadi pusat peredaran obat-obatan palsu di Indonesia.

Untuk itu, perlu penguatan dalam pengawasan dan penegakkan hukum terkait peredaran obat palsu diberbagai kota di Indonesia, terutama di Ibu Kota Jakarta.

Selain itu, persoalan peredaran obat-obat palsu itu, kata anggota fraksi PKB, pemerintah dan masyarakat juga menghadapi banyak tantangan yaitu, persoalan peredaran obat palsu yang dipasarkan melalui lewat internet.

“Marak penjualan obat-obatan palsu secara online (daring). Tak bisa disaring secara hukum dan BPOM tidak bisa secara penuh, untuk melakukan pengawasan terhadap apa yang dijual bebas secara online”, ucapnya.

Siti juga berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati di saat membeli obat-obatan dengan harga yang relative sangat murah. Karena dibalik murahnya itu, ada unsur yang patut di teliti.

“Kita berharap masyarakat, jangan membeli obat-obatan ditempat sembarangan. Dilihat pula kemasannya, demikian pula izin edarnya. Menurut saya ini yang penting serta harus diperhatikan ketika masyarakat ingin membeli obat” ujarnya.

Sebelumnya kepala BPOM Roy Sparingga juga mengatakan, selain obat-obatan palu yang berdedar di Jakarta juga peredaran kosmetik merupakan salah satu juga yang terbesar di Indonesia. Hal ini diminta semua pihak untuk mewaspadainya.

“Saya tegaskan bahwa, apa yang telah ditemukan ini, merupakan fenomena gunung es, secara riil produk illegal bisa lebih besar dari apa yang kami sita, saya berharap semua masyarakat waspada”, katanya. (Gin/Ant).

%d blogger menyukai ini: