9 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Berita ini diberdayakan untuk medcom.id

Oleh : Ilham wibowo

Jakarta: Masalah penyaluran beras kembali menuai polemik lantaran dianggap menimbulkan tarik ukur kewenangan di antara kementerian dan lembaga. Penyebab yang paling disoroti yakni Bulog diproyeksikan tak lagi terlibat dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menegaskan, dirinya bakal segera menanggalkan jabatannya saat program BPNT tersebut 100 persen terealisasi dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Hal tersebut lantaran Bulog akan berhadapan dengan persaingan pasar terbuka.

“Sekarang kalau Mensos mau ambil alih BPNT, monggo saya bangga saya hormat, kalau perlu saya janji kalau bisa ambil alih ini 100 persen saya mundur dari Dirut Bulog, betul nih dengerin semua,” kata Buwas ditemui di gedung Bulog Corporate University, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019.

Mantan Kepala BNN ini menegaskan dirinya hanya mau menakhodai Perum Bulog lantaran adanya kewajiban untuk tetap mengabdi pada negara. Buwas menganggap saat tugas itu tidak ada artinya dirinya tak dibutuhkan lagi.

“Kalau bisa ambil 100 persen kegiatan BPNT yang seluruhnya termasuk Ranstra oleh Mensos saya hand up dari Bulog, berarti saya tidak perlu lagi ada di Bulog, sudah hebat. Jadi ringan pekerjaan negara ini, enggak perlu gaji saya, biarkan saya pensiun,” ungkapnya.


© Ilham wibowo Masalah penyaluran beras kembali menuai polemik lantaran dianggap menimbulkan tarik ukur kewenangan di antara kementerian dan lembaga.

Buwas memutuskan untuk tak memperpanjang polemik kewenangan penyaluran beras dalam program BPNT. Selain pendanaan program yang berasal dari Kemensos, mantan Kabareskrim Polri ini mangaku tak tertarik saat Bulog difokuskan sebagai sarana komersial.

“Saya (di Bulog) tidak ada kepentingan apa-apa kecuali kepentingan negara. Jangan dipakai untuk main bisnis, ini kepentingan masyarakat kecil yang butuh bantuan, tidak butuh proyek untuk mendapatkan sesuatu,” ucapnya.

Ia memaparkan tugas yang selama ini diemban Bulog dalam penyaluran beras pemerintah cukup berat terutama penyaluran untuk wilayah tertinggal terdepan dan terluar Indonesia. Seperti di wilayah Papua misalnya, tim Bulog mesti berjuang menembus hutan belantara agar salurkan beras dalam waktu yang tepat.

“Biar dari pihak Mensos yang merasakan, tapi saya janji pengabdian saya selesai karena ada yang lebih baik menggantikan saya. Negara harus butuh orang yang lebih baik, jangan saya yang brengsek ini dipertahankan karena saya tidak ingin menyusahkan negara,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: