28 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Tampil-Manis Miliki Tanleta, Figur Pemersatu Di Baubau

Busel-Timurmerdeka.com. Masyarakat diwilayah Pulau Buton berharap Pilkada Wali Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018 – 2023 mendatang tidak gaduh, dan tidak saling menghujat. Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Adat Buton melalui Kinipulu DR (HC) La Ode Muhammad Sjarif kepada media ini di baubau Rabu (17/1/2018).

Menurutnya, banyaknya balon yang masuk di bursa Pilkada Kota Baubau, membuat warga menjadi bingung, karena yang masuk dalam daftar di KPUD itu, semuanya bagus-bagus.

“Banyaknya balon Wali Kota Baubau di KPUD, membuat kita bingung. Karena semuanya bagus-bagus, dan wajar menjadi pempin di kota Kaubau”, tuturnya.

Menyinggung tidak gaduh dan menghujat itu bukan budaya Buton, sepatutnya seluruh elemen mempercayakan kembali pada AS Tamrin siapapun pasangannya. Dalam ilmu manajemen kepemimpinan suatu pembangunan didaerah akan terlihat jelas, ketika pemimpinnya menjjabat 2 (dua) periode.

Mengingat kepimpinan terdahulu di Buton, sebelum dimekarkan jadi enam (6) kabupaten yakni: Kabupaten Bombana, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi dan Kota Bauabu. Daerah ini, Kabupaten Buton, itu di nakhodai Kolonel TNI (Purn) H Saidoe, dua periode masa jabatannya.

Selanjutnya Sjafei Kahar, Amirul Tamim, masing-masing 2 periode menjadi pengendali pembangunan. Ya terlihat sangat jelas… Karena itu, dihimbau semua warga sepakat mendukung AS Tamrin-Monianse, selain keduanya merupakan kolaborasi Multi Talenta, juga sepatutnya AS Tamrin didukung dua (2) periode.

“Saya himbau semua warga Baubau, kita dukung pasangan AS Tamrin dua periode. Karena keduanya memiliki multi Talenta. Hal ini saya maksudkan, 2 periode AS Tamrin mengendalikan pembangunan, akan terlihat pembangunannya”, katanya.

Menyikapi isu-isu miring terhadap pasangan AS Tamrin-Monianse, kedua figur ini tak ada cacatnya, termasuk tak terdengar melakukan tindakkan pidana korupsi. Sosok AS Tamrin-Monianse patut diandalkan, karena sebagai pemersatu banyak elemen di Baubau. Demikian pula tutur katanya, sopan, santun dan penuh kharisma.

“Sosok AS Tamrin-Monianse, adalah figur pemersatu, sopan santun dalam bertutur kata, juga mendengar usulan masyarakat Kota Baubau. Selain itu AS Tamrin memiliki sifat kepimpinan, dan juga pengalaman di Birokrasi, dan tidak tertandingi, dari semua balon Wali kota Baubau yang ada”, kisahnya.

Melihat ribuan masa ril hadir pada deklarasi AS Tamrin-Monianse di stadion Betoambari lalu, dapat dipastikan pasangan ini miliki kans menang pilkda di Baubau. Namun perlu diingatkan agar tidak lengah. Sebagai contoh, ketika Ali Mazi menjabat gubernur sultra, ia kalah dari Nur Alam, karena memandang remeh lawan politiknya.

“Mendukung dua periode AS Tamrin itu wajib. Saya ingatkan pada tim sukses Tampil-Manis agar jangan lengah. Pengalaman membuktikan, di Pilgub Sultra, Ali Mazi kalah telak oleh Nur Alam. Padahal kala itu Ali Mazi menjabat”, kisahnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Bali I Nyoman, menyebutkan, amatannya diwilayah Karing-karing, mayoritas dukungannya pada pasangan AS Tamrin-Monianse. Artinya. Kedua figur itu sangat layak untuk didukung, karena taat adat dan budaya. Karena itu, memberikan dukungan pada pasangan itu.

“Seluruh elemen di Karing-karing, tidak sembarang memberikan dukungannya. Karena kalau kita salah pilih akan menyesal 5 tahun. Amatannya banyak yang mendukung Tampil-Manis”, ujarnya sembari mengingatkan dua rekannya.

Menyiakpi ungkapan kedua tokoh masyarakat Kota Baubau itu, sepatutnya semua pihak di Kota Baubau, turut memberikan dukungan kepada AS Tamrin-Monianse. Pasanya. Selain kedua figur ini, memiliki kemampuan untuk memimpin, juga kedua tokoh partai ini, memliliki talenta, diberbagai bidang. (Gin/Lita).

%d blogger menyukai ini: