30 November 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Menyimak Peresmian Penggunaan GBK, GBK Bukti Sejarah Indonesia Cinta Sepak Bola

Suksesnya renovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK), membuat Presiden Ir H Joko Widodo, Bangga, Karena direnovasinya GBK ini, merupakan tonggak sejarah yang ke-2. Pasalnya. Indonesia merdeka sudah menjelang 72 tahun, tanpa adanya renovasi GBK tersebut.

Menyimak renovasi GBK, merupakan pertanda awal bangkitnya kemabali bangsa Indonesia, dibidang olah raga.

Bagaimana amatan media ini. berikut kisahnya.

Laporan: Gino Samsudin Mirsab.

Rehabilitasi atau renovasi stadion GBK dengan biaya Rp 770 Miliayar memakan waktu kerja selama 16 bulan, itu merupakan kepedulian Presiden Jokowi dalam konteks keolah ragaan di Indonesia.

Hal ini dibuktikan ketika melakukan peresmian penggunaannya GBK, juga sekaligus melakukan nonton bareng dengan sejumlah menteri-menteri di Kabinet Kerja-Kerja-Kerja. Demikian ungkapan yang selalu didengungkan Presiden Joko Widodo kepada sejumlah jurnalis, usai meresmikan GbK di Jakarta Minggu (14/1/2018).

Menurutnya, renovasi dan rehabilitasi Stadion GBK itu, merupakan kesiagaan pemerintah Indonesia, dalam menyambut pesta terakbar Asean Games, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Alkisah, bangunan peninggalan sejarah masa lampau di era pemerintahan Presiden pertama Indonesia Yang Mulia Bung Karno, sepatutnya dijaga dan di rehabilitasi atau di renovasi. Kok, kenapa nanti diera Jokowi, bangun bersejarah ini di poles “laksana gadis cantik”, bagaimana dengan Presiden sebelumnya…?.

Kembali pada komentar Presiden Jokowi, dibangungnya GBK itu, selain untuk memenuhi standar FIFA atau standar internasional, juga agar stadion GBK menjadi salah satu arena olah raga kebanggaan anak bangsa Indonesia.

“Renovasi stadion GBK sesuai standar FIFA. Pembangunan GBK saya jadikan sebagai momentum melindungi bangunan bersejarah peninggalan Bungkarno”, ujarnya.

Menyinggung tim nasional Indonesia, Jokowi menjelaskan, meskipun Timnas kalah 4 – 1 dengan Islandia, namun patut diapreseasi, karena Timna, lebih awal masukkan gol. Teknik permainan Islandia patut mempejarinya.

Meskipun akhirnya kalah 4 – 1, untuk kemenangan Islandia. Namun patut berharap, Tim Indonesia, untuk terus giat berlatih. Artinya, giat berlatih-latih-latihan, yakin akan sukses dan menang, membawah nama harum bangsa Indonesia.

“Tim Nasional patut kita apreseasi, karena lebih awal memasukkan gol, meskipun akhirnya kalah 4 – 1, untuk kemenangan Islandia. Harapannya Timnas terus-terus giat berlatih, agar bisa mampu berhadapan dengan timna Negara lainnya”, ungkap Jokowi.

Pelatih Islandia Hegi Kolvidsson dalam keterangan kepada wartawan, selain memuji dan apreaseasi tim nasional Indonesia, juga memujinya karena dimenit-menit awal pertandingan, mampu mengalahkan anak asuhnya. Demikian pula melihat pembangunan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) patu diapreseasi, karena stadion ini sudah melampauhi stadar FIFA.

“Pemain Timnas, hebat karena di menit-menit awal anak asuhnya kebobolan 1 (satu) gol, atas kemenangan Indonesia. Saya juga memuji rehabilitasi dan renovasi Stadion GBK fasilitas stadion ini, sangat memenuhi standar FIFA, bahkan melampauhinya”, ujarnnya.

Hegi kembali menjelasakan, bangunan seperti stadion GBK itu, negaranya Islandia tidak mungkin mampu membangun stadion semegah GBK ini. Pasalnya. Kondisi ekonomi negaranya belum begitu berutung saat ini. Biaya revasi GKB ini, sangat mahal dan uang besar, demikian pula fasilitasnya, terbilang sangat mewah.

“Saya apreseasi pemain sepak bola Indonesia. Negahnya stadion GBK, cukup mencengangkan banyak pihak ketika melihat bangunan ini. Selain mewah juga fasilitanya, melampauhi standar FIFA”, ujarnya.

Ironinya ditengah-tengah apreasi dan pujian megahnya stadion GBK, namun disayangkan dan disoroti oleh banyak netizen. Para penyelenggara stadion GNK, di soroti karena menjual ticket terlalu melambung mahal.

Sorotan dan kritikkan dari para netizen terhadap pengelolah stadion GBK, mestinya pengelolah dalam menjual ticket jangan dulu terlalu mahal. Karena pertandingan yang telah berlangsung itu, baru persahabatan antara Indonesia vs Islandia.

Kata netizen yang mewarnai twiter dan face book, mestinya harga ticket itu, jangan dibuka dengan harga Rp 100 ribu, karena sebelumnya harga ticket hanya dihargai Rp 50 ribu. Mestinya pengelolah mengawalinya hanya Rp 75 ribu saja.

“Jangan sontak dinaikkan ticket melambung hingga mencapai Rp 100.000 untuk kelas ekonomi, Rp 1,5 Juta ruang VIP. Bukankah ini sebuah laga pertandingan persahabatan. Tudingan netizen pada pengelolah GBK terlalu cepat mengejar keuntungan”, katanya.

Sekjen stadion GBK Ratu Tisa menyikapi sorotan nitizen itu menjelaskan, sorotan itu adalah hal yang lumrah. Namun perlu diperhatikan tentang perawatan adanya fasilitas yang bagus dan Wah ini. Karena itu diharapkan semua pihak memakluminya.

“Saya harap netizen memahami, tentang perawatan fasilitas stadion GBK, dengan direnovasinya tentu juga perawatannya agak mahal. Harapa kami sebagai pengelolah GBK, para pihak dapat memakluminya”, ujarnya. (*****).

%d blogger menyukai ini: