4 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

BUMN Ini Digugat Mantan Karyawannya Rp 16 Miliar

Berita ini diberdayakan untuk kompas.com

Oleh : Erlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Eks karyawan PT. Sucofindo (Persero) mengajukan Gugatan Perselisian Hak sebesar Rp 16 Milliar terhadap BUMN surveyor tersebut.

Gugatan dilakukan melalui Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (28/6/2019).

Bersama Tim Kuasa Hukum Dalimunthe & Tampubolon (DNT) Lawyers, eks karyawan Sucofindo mengajukan gugatan perselisian hak sebesar Rp 16 Milliar.

Kuasa hukum eks karyawan Sucofindo, Nasrul Dongoran mengatakan, kasus ini bermula saat Sucofindo mengeluarkan kebijakan percepatan pensiun bagi pegawainya dalam rangka penataan komposisi SDM pada 2017.


© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media Tim kuasa hukum eks karyawan Sucofindo di PN Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019)

Akibatnya, sekitar 90 pegawai diputuskan untuk dipercepat pensiunnya dengan janji akan diberikan hak-hak antara lain Jaminan Hari Tua (JHT) dan Tunjangan Hari Tua (THT).

“Sayangnya, jumlah hak yang diberikan tidak sesuai, bertentangan dan melanggar Perjanjian Kerja Bersama,” ujarnya kepada Kompas.com.

“Dan juga tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI), yang seharusnya ditaati oleh perusahaan,” sambung dia.

Akibat hal itu kata Nasrul, 11 orang eks karyawan yang mengajukan gugatan ini mengalami kerugian sebesar Rp 16 Miliar.

Jumlah tersebut hanya merupakan mantan karyawan kantor pusat di Jakarta.

Rencana kata dia, gugatan serupa akan dilakukan oleh mantan karyawan Sucofindo lainnya di beberapa kota antara lain di Cirebon, Makasar dan Bali.

Para mantan karyawan Sucofindo ucapnya, berharap agar Menteri BUMN Rini Soemarno juga turut memperhatikan kasus ini karena menyangkut pegawai BUMN.

%d blogger menyukai ini: