25 Oktober 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Memantau Kondisi Pasar Wakatobi Sepi, Wakatobi Tanpa Ada Lapangan Kerja

Pemerintahan Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belakangan ini banyak disoroti para pedagang di induk Kota Wakatobi. Pasalnya. Sejumlah pedagang di Pasar Sentral dan Pasar Malam terancam “Gulung Tikar”.

Bagaimana kisahnya.

Laporan: Seikh Jaelani. (Wakatobi).

Kondisi keseharian warga pedagang di Kawasan Pasar Sentral dan Pasar Malam Wangiwangi Wakatobi, terlihat lesu dan sepih. Karena sepinya para pembeli mengakibatkan barang jualan para pedagang terancam membusuk dan gulung tikar.

Mengati situasi pasar di jantung kota Wakatobi, selama kurang lebih setahun pemerintahan Wakatobi itu, mengakibatkan sejumlah pedagang resah karena kurangnya para pembeli. Demikian suara pedagang dipasar Sentral dan Pasar Malam Wangiwangi kepada media ini, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, sejumlah pedagang dipasar tersebut, memintah pemerintah Wakatobi, agar bisa memberikan solusi perbaikan kondisi pasar dengan kata lain, ramai-ramai dikunjungi para pembeli dari masyarakat Kota dan pulau Wangiwangi.

“Kami meminta pemerintah, bagaimana pasar ini, bisa diramaikan pembeli. Itu saja”, kata Wa Ima.

Ia juga mengaku, kalau situasi pasar sepi dapat mengakibatkan pedagang tidak dapat bertahan lama. Sebab dagangannya banyak yang tidak laku, dan sejumlah lapak juga terlihat banyak yang kosong, dan ditinggalkan pemiliknya, tandas Wa Ima.

Lanjut Waima, menyarankan kepada pemerintah Wakatobi, selain ada upaya untuk diramaikan pasar, juga hendaknya dapat mengalihkan seluruh trayek angkutan Kota melalui pasar-pasar itu.

“Untuk meramaikan, pasar-pasar itu, harusnya ada solusi, mengalihkan trayek angkutan kota, bukan saja di pasar sentral, melainkan juga dipasar malam”, saran Wa Ima.

Senada dengan itu, salah satu pedagang di Pasar malam mengaku bernama Wa Omi, juga mengeluhkan kalau barang dagangannya banyak yang rusak karena kelamaan tidak laku.

“Itulah lika-liku paceklik, kami sebagai pedagang barang dagangan tidak laku. Sebenarnya hanyalah efek dari sebuah situasi pasar yang sepih. Sehingga kondisi pasar sepih begini, maka kami terancam gulung tikar”, katanya.

Berakaitan dengan itu, H Ramli, sebagai pembeli dipasar Sentral Wangiwangi, pasar wanci ini akan banyak barang yang laku, hanya saja karena banyak warga wanci, terpaksa berlayar kedaerah lain. Dan di zaman Arhawi itu, tidak ada momen acara-acara seperti di Zaman Hugua. Sering ada acara tentu akan banyak yang datang, pedagang banyak pula barangnya yang terjual.

Menyinggung banyaknya warga wanci keluar daerah, itu karena disini tidak adanya lapangan pekerjaan. Untuk itu, pemerintah yang tengah menjabat mestinya memikirkan mengadakan lapangan kerja, seperti adanya pembangunan kapal docking. Dan juga pelabuhan Marina, kenapa itu tidak dilanjutkan…?.

“Pemerintah Waktobi, harus mampu membangun sarana dan prasarana lapangan kerja. Orang daerah ini bisa saja menetap, tapi karena tidak adanya lapangan kerja maka, banyak masyarakat tinggalkan wanci dan pulau-pulau lainnya di Wakatobi”, ketusnya.

Pemerintah Wakatobi yang dihubungi dikantor pemda Jumat lalu, staf bidang ekonomi, mengaku bernama Arman, menyebutkan pasar di derah ini, terkadang ramai dan juga terkadang sepi. Karena masyarakat banyak yang bepergian keluar daerah, sehingga begitu kondisi pasar Wangiwangi sepi, ujar Arman sembari menghindar. (*****).

%d blogger menyukai ini: