8 Juli 2020

timurmerdeka.com

Untuk Masyarakat Masa Depan

Giant Tutup Gerai, Ekonom UI: Bukan Daya Beli Turun, tapi…

Berita ini diberdayakan untuk tempo.co

Reporter : Tempo.co
Editor : Rr. Ariyani Yakti Widyastuti


Pembeli memilih barang belanjaan di Giant Ekspres Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019. Berkat pesan broadcast di aplikasi perpesanan, masyarakat pun segera mengetahui informasi ini dan menyerbu berbagai cabang gerai Giant yang disebut akan tutup permanen. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Supermarket Giant dikabarkan bakal menutup enam tokonya, yang dimiliki PT Hero Supermarket Tbk. pada Juli mendatang. Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Febrio Kacaribu menilai penutupan beberapa gerai Giant ini adalah efek dari pola pergeseran transaksi dari konvensional ke online.

“Memang terjadi pergeseran pola transaksi. Yang belanja ini produk consumer good dan itu memang sangat nyaman dilakukan melalui telpon seluler dan dilakukan melalui komputer,” kata Febrio saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, 24 Juni 2019.

Penutupan beberapa gerai retail, menurut Febrio, bukan menunjukkan penurunan daya beli. Justru daya beli masyarakat meningkat sampai lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Setiap tahun daya beli kita naik, kita lebih banyak sebesar lima persen secara riil,” ujarnya.

Febrio mengungkapkan, dalam beberapa tahun belakangan terakhir ini dia melihat justru secara perlahan-lahan itu kecepatannya meningkat dalam hal daya beli. “Kecepatannya meningkat, tahun ini misalnya untuk konsumsi itu kita bisa melihat di sekitar 5,02-5,05 persen pertumbuhannya,” kata dia.

Lebih jauh Febrio menyebutkan saat ini daya beli masyarakat tumbuh sebesar lima persen secara riil. “Jadi kalau tadinya saya beli 100 mangkok bakso tahun lalu dan tahun ini seratus lima. Itu setiap tahun bertambah ya nantinya. Jadi daya beli enggak pernah turun,” ujarnya sambil mencontohkan.

Oleh karena itu Febrio membantah jika penutupan beberapa retail dihubungkan dengan penurunan daya beli. “Karena peningkatan persentase itu juga menunjukkan permintaan mulai naik,” tuturnya.

Terkait kasus supermarket Giant itu pula, menurut Febrio, retail saat ini harus terus memikirkan efisiensi tempat untuk menawarkan produknya. Dia mengatakan, kemungkinan kebutuhan retail saat ini adalah gudang dan transportasi. “Kita lihat arahnya tadi kan pergudangan dan transportasi itu tumbuhnya double digit terus,” kata dia.

EKO WAHYUDI

%d blogger menyukai ini: